Dua Program Usungan Paslon SBS-WT Sangat Populer di Malaka –  Perbatasan RI-RDTL

Dua program unggulan yang diusung pasangan Calon (Paslon), Stefanus Bria Seran – Wendelinus Taolin dengan tagline SBS-WT sangat populer dan digandrungi warga Kabupaten Malaka – Perbatasan RI-RDTL.

Kedua program yang dimaksud yakni program kesehatan gratis dan program Pacul tanah gratis bagi rakyat  oleh pemerintah .

Selama lima tahun terakhir kedua program itu sangat populer dan diminati seluruh rakyat Kabupaten Malaka. Rakyat berharap kedua program itu tetap dipertahankan, ditingkatkan dan diperluas  agar rakyat terus mengakses program-program itu guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Bupati Petahana yang juga pemrakarsa Program Kesehatan Gratis di Kabupaten Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Selasa (10/11-2020) mengatakan kebijakan itu diambil untuk membantu rakyat Malaka yang tidak tercover dalam program BPJS Kesehatan bisa dilayani dengan program pengobatan gratis, dimana rakyat hanya dengan menunjukkan KTP -e beralamatkan Malaka bisa dilayani melalui program itu.

” Fasilitas yang diberikan kepada rakyat itu mulai dari pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, pasien rujukan di RSUPP Betun.”

” Selain itu Pemda Malaka sudah membangun kerja sama dengan dua buah rumah sakit diluar kabupaten Malaka masing-masing RSUD Atambua di Kabupaten Belu ( induk) dan RS Prof Johanes di Kupang untuk pasien rujukan dimana semua pembiayaan ditanggung pemda Malaka termasuk pasien meninggal dunia selama dalam penanganan dikembalikan ke keluarga di Malaka dan biayanya ditanggung pemerintah”

Sementara itu, dalam program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) ada satu item kegiatan yang dilakukan pemerintah yakni pacul tanah gratis.

Menurut SBS, definisi dari program RPM yakni upaya yang sungguh-sungguh dengan cara-cara luar biasa dan dalam waktu sesingkat singkatnya rakyat kelimpahan makanan.

Konsep operasionalnya, tanah rakyat, oleh karena ketidakmampuan rakyat maka pemerintah membantu mengolahnya, rakyat yang tidak memiliki benih unggul dan pupuk serta obat-obatan maka pemerintah membantu, pemerintah menyiapkan pakar Pertanian untuk melakukan pendampingan, dan semua hasil dinikmati rakyat dan pemerintah tidak meminta imbalan apapun.

Dijelaskannya, sejak program RPM digelar tahun 2016 saat SBS-DA memimpin Malaka program itu sangat diminati masyarakat dan seluruh rakyat berlomba-lomba mengakases program itu.

” Tahun 2021-2026 bila diberkati Tuhan , direstui leluhur dan diberi mandat rakyat maka program ini terus dilanjutkan dan diperluas untuk pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga Malaka yang bermukim di Perbatasan RI-RDTL” ( boni)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *