Dinkes Malaka Selalu Dukung Pembangunan Peradaban di Rai Malaka Melalui Pelestarian Budaya

Malaka – Suasana dan nuansa baru ditampilkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dalam pelaksanaan Muscab IBI Kabupaten Malaka yang digelar di Betun, Selasa (3/12-2019) .

Selain mengenakan busana yang menggambarkan tentang institusi di bidang kesehatan ternyata para pekerja dibidang kesehatan itu mampu menampilkan sebuah peradaban yang biasanya dilakoni generasi muda Rai Malaka dibidang budaya daerah dengan menampilkan bidu lalok sebagai ciri khas dan peradaban orang Malaka.

Mengenakan busana Rai Malaka berupa kain adat yang serba merah ditunjang dengan “Soe Re” yang terikat di kepala, para penari yang semuanya berlatar belakang orang kesehatan itu mampu menampilkan tarian bidu terbaiknya.

Para penari yang juga bekerja sebagai bidan dan perawat di Puskesmas Besikama – Kecamatan Malaka Barat itu berhasil memukau para peserta Muscab dan para undangan dengan liukan tubuh yang indah gemulai.

Kepala Puskesmas Besikama, Nona Kehi kepada wartawan disela kegiatan Muscab mengatakan sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara bidu lalok sesuai tradisi orang Malaka.

” Semua yang kami lakukan hari ini merupakan dukungan dan dorongan serta kepercayaan yang diberikan Kadis Kesehatan Kabupaten Malaka kepada kami”

” Kami senang bisa dipercaya dan berpartisipasi dalam acara ini melalui tarian bidu lalok yang merupakan simbol peradaban orang Malaka yang dikemas dalam tarian bidu”

“Saya juga bangga karena kami yang bekerja dibidang kesehatan bukan hanya bisa mengurus orang sakit dan orang sehat di Malaka supaya tidak sakit tetapi kami juga bisa ikut melestarikan budaya orang Malaka melalui tarian bidu tadi”

” Ini sangat luar biasa karena para bidan dan perawat di Malaka juga bisa menari sesuai tradisi budaya orang Malaka yang menggambarkan tentang kelembutan, keramah tamahan sebagai simbol pelayanan tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan kepada para pasien yang berkunjung ke faskes”

” Tadi ada tamu undangan yang tanya sama saya apakah mereka yang menari itu anak-anak SMA? Tetapi saya menjawab bahwa para penari semuanya itu bidan dan perawat yang selama ini melayani masyarakat di berbagai faskes”

” Ini merupakan implementasi konkrit pembangunan peradaban Rai Malaka yang digalakkan Bupati SBS dalam berbagai iven yang berskala regional dan nasional. Dan kami sangat bangga bisa ikut ambil bagian dalam acara penting hari ini sekaligus ikut melestarikan budaya orang Malaka dan budaya masyarakat Provinsi NTT”

Proviciat ibu Kapus, para bidan dan perawat yang sudah mempertontonkan peradaban orang Malaka melalui iven Muscab IBI di Kabupaten Malaka (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *