Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tanjungpinang: Hasan Sapa Warga…

73
×

Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tanjungpinang: Hasan Sapa Warga…

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Hasan, menyapa warga melalui Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tanjungpinang, Jum’at, 20 Oktober 2023.

Didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Hasan hadir mengudara untuk membahas rencana realisasi penggunaan Dana Insentif Daerah (DID) yang baru diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang dari Pemerintah Pusat.

Dialog interaktif tersebut dipandu oleh Host RRI Tanjungpinang Erita Fitrah Insani, dan juga menghadirkan akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Alfiandri.

Adapun tema yang dibahas dalam dialog tersebut adalah terkait penyaluran DID untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Diawal dialog Hasan menjelaskan, bahwa Pemkot Tanjungpinang telah mendapat bantuan DID dari Pemerintah Pusat sebesar Rp17,5 milyar. Dana ini meningkat setelah pada Tahun 2022 Pemkot Tanjungpinang mendapat bantuan sebesar Rp11 Milyar.

DID merupakan dana yang diberikan atas apresiasi Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah yang dianggap sukses dalam mengendalikan inflasi.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97 Tahun 2023 tentang Insentif Fiskal untuk Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Kategori Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pada Tahun Anggaran 2023.

Menurut Hasan, Kota Tanjungpinang merupakan salah satu kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mendapat DID, karena dianggap sukses dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Meski begitu, kata Hasan, pihaknya akan tetap fokus dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, sehingga inflasi dapat terkendali dengan baik.

Sementara itu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023 angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang berada di angka 9,58 % dan yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrim berada di angka 2,71 %.

Sedangkan terkait jumlah stunting Kota Tanjungpinang Tahun 2022 berada di angka 15,7% sedikit lebih baik daripada Tahun 2021 yang berada diangka 18,5 % dan masih berada dibawa rata-rata Nasional, yakni 21,6%.

Berdasarkan data BPS tersebut, Hasan mengutarakan untuk segera menyalurkan DID khusus menangani permasalahan kemiskinan, stunting dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Adapun langkah-langkah kebijakan yang diambil dalam penanganan kemiskinan adalah program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Untuk Tahun 2023 ini akan difokuskan untuk pembedahan Rumah Darat dan pada Tahun 2024 pembedahan Rumah Laut.

“DID yang telah ada, akan kita salurkan segera untuk membedah rumah masyarakat. Karena, rumah merupakan salah satu elemen penilaian dalam kategori kemiskinan. Apabila rumah layak huni, maka kesehatan warga juga pasti lebih baik”, ungkap Hasan.

“Untuk penanganan stunting, kita telah merencanakan program Bapak Asuh yang nantinya akan ditunjuk setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memegang langsung anak yang mengalami stunting dan memonitor perkembangannya, sekaligus membantu penanganannya,” ujar Hasan. Hal tersebut menurut Hasan, sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat.

Kepala Diskominfo Kota Tanjungpinang Teguh Susanto menambahkan, bahwa Pemkot Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Hasan, telah merencanakan beberapa program untuk menangani stabilitas harga bahan pokok, salah satunya adalah mengadakan Gerakan Pangan Murah, Inspeksi Mendadak (Sidak) Pasar dan melihat stok bahan pokok.

“Beberapa langkah di atas telah kita laksanakan, guna mengintervensi harga bahan pokok yang berpengaruh juga terhadap inflasi,” ungkap Teguh.

Teguh melanjutkan, untuk program bedah rumah, Pemkot Tanjungpinang saat ini sedang melakukan pemetaan rumah-rumah mana yang akan mendapat bantuan tersebut. baik berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), BPS maupun penilaian yang dilakukan oleh Pemkot Tanjungpinang.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik UMRAH Alfiandri, yang hadir melalui sambungan telfon dalam acara tersebut ikut mengapresiasi atas capaian dari Pemkot Tanjungpinang dalam memperoleh DID.

Meski begitu, kata Alfiandri, ini bukan hanya sekedar bantuan dari Pemerintah Pusat melainkan juga menjadi tantangan. Apakah Pj. Wali Kota Tanjungpinang mampu melaksanakan program tersebut tepat sasaran?.

Alfiandri juga mengingatkan, agar penggunaan dana tersebut efektif dan efisien, serta dipergunakan merujuk pada aturan hukum yang berlaku.

Akademisi UMRAH tersebut menambahkan, bahwa pemerintah perlu kerja bersama melibatkan unsur masyarakat, perguruan tinggi dan media, untuk sama-sama mengawasi kebijakan, khususnya dalam penggunaan anggaran.

Masyarakat Kota Tanjungpinang yang hadir melalui sambungan telfon dalam dialog interaktif RRI juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemkot Tanjungpinang, dalam mengendalikan inflasi, sehingga mendapat DID.

Seperti yang dikatakan Nasrul, warga Kelurahan Kota Piring yang meminta agar penggunaan dana tersebut tepat sasaran.

Imran warga Kelurahan Kampung Bugis juga berpesan, agar masyarakat bersama-sama dapat mengawasi penggunaan DID dan berharap pemerintah transparan dalam realisasinya.

Diakhir acara, Hasan menyampaikan terima kasih atas atensi dan masukan positif dari masyarakat terkait penyaluran DID.

“Untuk penggunaan dana tersebut kita akan jalankan sesuai prosedur peraturan dan hukum yang berlaku, saya pastikan DID ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tepat sasaran,” tutup Hasan.

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: Diskominfo Kota Tanjungpinang