Desa Rabasa di Malaka Harus Jadi Sentra Ekonomi Rakyat Dengan Lokomotif.Pariwisata

Desa Rabasa di Kecamatan Malaka Barat -.Kabupaten Malaka – Provinsi NTT harus jadi sentra ekonomi rakyat dengan lokomotif Pariwisata.

Untuk mewujudkan Rabasa sebagai desa wisata berbagai persiapan mulai dilakukan. Langkah pertama, rakyat harus disiapkan dengan membangun pemikiran dan persepsi yang sama untuk mewujudkan rencana itu.

Semua perencanaan pembangunan di desa harus mengacu pada rencana tata ruang desa.

Pj Kepala Desa Rabasa, Agustinus Nahak mengatakan hal itu kepada wartawan di Berasi -.Desa Rabasa – Kecamatan Malaka Barat, Kamis (4/6-2020)

Kades Agus mengatakan langkah pertama yang dilakukan selain membangun infrastruktur desa juga membangun lingkungan yang sehat dan ramah .

Kebersihan jadi central perhatian desa dengan terus mendorong partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan di rumah dan lingkungan dengan pertimbangan orang mau berkunjung ke desa bila desa itu bersih dan ramah lingkungan.

” Bersih otomatis sehat dan mengundang pengunjung bila tempat wisatanya sudah ditata bagus”

” Soal kebersihan desa, rakyat harus jadi pelaku utama dan hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sudah ada ”

” Untuk saat ini desa Rabasa sudah memiliki tempat pembuangan sampah. Direncanakan tahun depan diusulkan untuk pengadaan  kendaraan pengangkut sampah untuk mengangkut sampah ke titik pembuangan sampah. Tahun depan rencana itu diusulkan semoga bisa lolos asistensi”

” Tahun ini ada program Sandes yang membangun 30 buah jamban sehat bagi keluarga .
Jamban sehat harus dibangun sesuai tata ruang desa.
Master plan desa sementara dikerjakan semoga sudah selesai akhir tahun ini”

” Sarana Olah Raga Desa (Sorga Desa kita bangun secara terintegrasi baik lapangan futsal, lapangan volly dan lapangan badminton”

“Untuk keindahan desa diwaktu malam warga desa berpartisipasi pasang lampu penerangan jalan.
Untuk saat ini di depan jalan negara sudah ada pemasangan lampu penerangan jalan sebanyak 14 unit dari 20 unit yang direncanakan.
Sementara didalam perkampungan pada empat dusun di Rabasa direncanakan dipasang 22 lampu penerangan jalan”

” Desa siapkan lampu dan tiangnya. Sementara warga partisipasi dengan membayar listrik yang terpasang didepan rumahnya.
Rakyat berkorban untuk membangun dan memajukan daerahnyasendiri”

Ketua BPD Desa Rabasa, Marius Tahu sangat mendukung rencana penataan desanya.

” Desa itu maju kalau pemimpin dan rakyatnya mau bekerja sama memajukan wilayahnya. Segala sesuatunya harus dimulai dari diri sendiri baru mendapatkan dukungan dari pihak lain bila dibutuhkan” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *