Desa Laleten – Weliman Harus Ditata Dari Mana? Simak Pikiran, Kiat dan Strategi PJ Kades Laleten, Lorens Haba Dibawah ini !!!!!

Kepercayaan yang diberikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada PJ Desa Laleten – Kecamatan Weliman, Lorens Haba untuk menjabat sebagai Pj Kepala Desa menggantikan Anselmus Nahak, Almarhum membutuhkan kecerdasan khusus.

Sebagai desa yang juga Ibu Kota Kecamatan Weliman tentu membutuhkan pemikiran cerdas bagaimana bisa membangun desa dan harus mulai dari mana terutama dalam mengatasi persoalan dan kebutuhan warga di desa Laleten.

Untuk menelusuri hal itu wartawan radarmalaka.com coba menggali strategi, kiat dan terobosan yang dilakukan PJ Kades Laleten, Lorens Haba dalam membangun desa
disela pendistribusian BLT DD bagi 95 KK di Kantor Desa Laleten, Selasa (30/6-2020) yang disampaikan dengan gaya bertutur.

” Pertama, saya lihat desa disini kurang berkembang karena masih lemahnya kinerja Aparat Desa dan BPD dalam pemahaman bidang tugasnya”.

” Langkah awal saya rapat dengan seluruh aparat desa dan harus cuci otaknya dulu, dengan memberikan pemahaman yang benar akan bidang tugasnya. Prinsipnya, orang bekerja itu harus tahu tugasnya.
Kita sampaikan tugas masing-masing aparat dan setiap bulan mereka melaporkan hasil kerjanya supaya dievaluasi”.

” Berhubungan dengan honor dan insentif aparat harus dibayarkan utuh dan tepat waktu sehingga mereka semangat kerja. Ini bagian dalam penataan kantor dan aparat”.

” Kantor desa faktanya kotor sekali sehingga saat pertama bertugas langsung kami bersihkan , lampu yang mati semua diganti dan dinyalakan sehingga wajah kantor desa saat ini mulai nampak”

” Untuk sementara kami masih tata kantornya dulu serta melengkapi semua fasilitas di kantor desa agar bisa bekerja dengan baik”

” Ruang kerja kepala desa, ATK, Laptop dan kelengkapan lainnya belum ada dan sementara ini kita lagi siapkan untuk melancarkan operasional di kantor”.

“Kantor desa harus digunakan dan dibuka setiap hari untuk memberi pelayanan kepada rakyat. Aparat setiap hari harus berkantor untuk layani rakyat ”

“Kalau kantornya sudah bagus maka kita akan senang dan terinspirasi untuk membangun”.

” Kedua, Pengawasan
Faktor pengawasan di desa sangat lemah karena BPD selama ini tidak berfungsi . Kita sudah panggil kembali BPD agar semua kegiatan di desa baik dibidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat BPD harus dilibatkan dan diawasi. BPD bukan hanya berfungsi awasi penggunaan uang tetapi harus terlibat aktif dalam pengawasan berbagai kegiatan di desa”

“Dalam hal pengawasan harus dilakukan secara terbuka dan transparan agar semua komponen semangat bekerja”.

” Program Pertama yang dilakukan bersama rakyat yakni kebersihan lingkungan . Dalam rangka Pandemi Covid 19 kita gunakan momentum itu untuk menata kebersihan lingkungan melalui program Jumat Bersih”.

“Pembersihan lingkungan yang dimaksudkan disini, semua dahan dan ranting pohon yang masuk ke bahu dan badan jalan kita potong dan pangkas agar memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Bahu jalannya kita bersihkan termasuk penumpukan material di bahu jalan tidak boleh ada supaya tidak boleh ada kecelakaan di jalan”.

“Kalau lingkungannya bersih otomatis dirinya bersih dan otomatis memutus penyebaran Covid 19”.

“Dalam penerimaan BLT saya sudah berpesan kepada rakyat supaya membersihkan lingkungan rumahnya masing-masing. Saya akan keliling semua rumah penerima BLT untuk cek apakah mereka sudah membersihkan lingkungan rumahnya. Tidak boleh ada air tergenang di halaman rumah dan tidak boleh ada rumput tinggi disekitar rumah. Kalau mereka tidak urus kebersihan lingkungan maka akan diberi peringatan. Apabila masih ada yang bandel kita akan ganti penerima bantuan pemerintah itu dan alihkan ke rakyat yang rajin”.

“Kita akan bekerja sesuai RAPBDes karena sifatnya kita hanya lanjutkan program yang sudah ada.
Tetapi saya tetap minta supaya riil dan dapat dipertanggungjawabkan” .
“Kalau sudah bagus kantornya maka kita tata Bumdes dan Pemberdayan masyarakat supaya rakyat bisa hidup dan berkembang . Setiap bulan rakyat ada pemasukan untuk menghidupi keluarganya”

“Pekerjaan fisik yang sudah direncanakan akan dicek kembali agar bermanfaat bagi rakyat. Jangan asal bangun”.

” Bantuan rumah untuk rakyat juga harus diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan sehingga harus diseleksi” .

” Bumdes akan diurus . Bumdes harus hidup sehingga kita akan panggil para pengurus untuk evaluasi dan pertanggungjawaban apa yang sudah dilakukan karena potensi yang ada di Laleten sangat bagus . Bumdes bisa jadi Lokomotif untuk memajukan perekonomian rakyat” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *