Dari Rembuk Stunting Tahun 2020 di Malaka : Stunting Bisa Dicegah Dengan Asupan Gizi Anak Balita Yang Memadai

Stunting bisa dicegah karena permasalahan mendasarnya ada pada  gagal tumbuh pada anak balita karena asupan gizi yang kurang. Selain itu, kesehatan lingkungan keluarga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Dari Hasil penelitian menunjukan  jamban keluarga bersih dan kebutuhan air minum bersih tersedia  maka kecil kemungkinan terkena stunting. Kondisi terkena stunting bisa karena ancaman rawan pangan, tingkat pengetahuan orangtua yang rendah dan rendahnya kemampuan daya beli.

Vince B Panggula, SKM, Pejabat Fungsional Perencana Madya pada Bapeda NTT mengatakan hal itu pada kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2020 di Kantor bupati Malaka, Kamis (25/6-2020).

Dikatakannya, hasil penelitian menunjukan bahwa usia balita antara 6-10 rawan terkena stunting. Untuk itu disarankan agar selama enam bulan pasca kelahiran, balita harus diberi ASI eksklusif.

“Anak enam bulan harus diberi ASI karena umur 6-10 bulan rawan stunting. Selain itu para orangtua yang perokok diharapkan berhenti merokok karena 5,5 persen menyumbang stunting,”

Dijelaskannya, persoalan stunting saat ini menjadi perhatian serius Gubernur NTT yang ditunjukan dengan pembentukan Pokja Penanganan Stunting tingkat Provinsi NTT. Dalam setiap kesempatan, gubernur selalu mendorong semua elemen untuk bekerja “keroyokan” menekan seminimal mungkin stunting ini.

“Khusus di Malaka, angka stunting masih cukup tinggi dimana berada pada urutan ke 11 dari dari kabupaten/kota se NTT sehingga melalui Rembuk Stunting ini diharapkan ada solusi untuk mengatasinya”.

‘Kami dari Pokja Provinsi akan dampingi. Dalam rembuk stunting ini diharapkan semua elemen bekerja bersama-sama. Ada dana desa diharapkan para kepala desa bisa mengalokasikan untuk penanganan stunting,”

Sarah Lery Mboeik dalam kesempatan yang sama mengatakan saat ini upaya yang perlu dilakukan semua pihak harus bersama-sama mencegah terjadinya stunting.

Kalangan remaja, katanya, harus diberikan pengetahuan yang cukup dalam memasuki jenjang pernikahan. Mereka harus diberikan pengetahuan bahwa ketika hamil harus menjaga dan merawat anak dalam kandungan dengan baik.

“Mereka harus rutin ke periksa kesehatan dan saat bersalin di puskesmas. Jangan bersalin di rumah. Selain itu, ketika sudah bersalin maka selama enam bulan harus memberikan ASI eksklusif,”

Kegiatan Rembuk Stunting tahun 2020 di Kabupaten Malaka dibuka Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, dihadiri Ketua Pokja Penanganan Stunting Provinsi NTT, Sarah Lery Mboeik, Kepala Bapeda Malaka, Remigius Asa, para Camat, Kepala Desa, tokoh agama, tokoh perempuan, pegiat LSM dan pers. (boni/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *