Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Catatan pojok Frans Watu dari Senayan. Dari Jawa Timur ke Ujung Timur Indonesia, Papua Untuk Indonesia.

411
×

Catatan pojok Frans Watu dari Senayan. Dari Jawa Timur ke Ujung Timur Indonesia, Papua Untuk Indonesia.

Sebarkan artikel ini

Pada gelaran Sea Games ke-31 Vietnam yang berlangusng di Hanoi Sports Training and Compettion Center, Rabu (18/5). Sebanyak 5 emas dan 1 perak disabet Tim Panahan Garuda Nusantara. 2 Medali Emas untuk kontingen Indonesia salah satunya dipersembahkan Rezza Octavia, dara manis dari timur Indonesia, mutiara hitam dari Kota Raja, Jayapura, Abepura, Jayapura. Ada 3 atlit panahan yang mempersembahkan 2 medali emas, Rezza Octavia, Papua (Individual, Mixed Team), Riau Ega Agata Salsabilla, Jawa Timur (Mixed Team, Men Team), Arif Dwi Pangestu, DI Yogyakarta (Individual, Men Team).

Atlit Bojonegoro berdarah Batak kelahiran Sidoarjo 25 Oktober 2000, bergabung di Pelatnas sejak 21 Mei 2021. Saat itu bersama Alvianto Bagas Prastyadi dan Lisnawanto Putra Aditya, merupakan newcomer bagi anggota Pelatnas Indonesia. Saat pertama kali bergabung di Pelatnas, saya sudah menyebutnya sebagai energi baru Timnas dari Papua (nntonlinenow.com19/5/2021).

Berawal dari Jawa Timur dan kini bermukim di ujung timur Indonesia. Kejuaraan Marinir Cup adalah titik awal sang mutiara hitam melangkah menuju Senayan. Datang dengan wajah imut dan minim pengalaman senior, Rezza bagaikan mutiara yang selama ini tenggelam dalam persaingan di Jawa Timur.

Berkat kegigihan Hengki Fredy Sawaki yang sudah dianggap sebagai bapak angkatnya, mahasiswi semester 6 Universitas Diponogoro Semarang ini mendapat kesempatan mengikuti seleksi nasional untuk mengisi squad Garuda yang dipersiapkan menuju prakualifikasi Olimpiade musim panas di Tokyo tahun 2020.

Bagi Rezza Octavia yang sejak kecil sudah kehilangan figur seorang bapak, sosok Hengki sudah dianggap seperti bapaknya, demikian halnya bapak 3 anak perempuan ini, baginya Rezza sudah menjadi bagian dari keluarga Sawaki. Baik Rezza dan 2 atlit putra Adit dan Catur semuanya masuk dalam kartu keluarga saya di Kota Raja, Abepura, Jayapura, tutur Hengki dalam suatu kesempatan.

Sosok Hengki F.Sawaki boleh dikatakan tokoh sentral dibalik kesuksesan Rezza saat ini. Lelaki asal Waropen yang dikenal tegas dalam komitmen, bukan sosok baru di dunia olahraga. Di Papua Hengki dikenal aktif diberbagai cabang olahraga seperti, Sepakbola (Persipura), Karate, Ragby dan saat ini dia tercatat sebagai Pengurus Pusat PB Ragby, PB Perpani dan Ketua Bidang Hukum KONI Papua.

Bapa Raja, begitu lelaki hitam manis berbadan tambun Hengki Sawaki disapa koleganya di Jakarta, saat itu diberi tugas oleh Ketua Pengprov Perpani Dr.juliana J.Waromi,SE,M.Si. untuk mempersiapkan tim panahan Papua di PON XX. Bagaikan belut, dia bergerak cepat, kali ini Jawa Timur menjadi target Bapa Raja, disanalah atlit panahan berhamburan. 2 atlit putra dan 1 atlit putri dibawa ke Papua, salah satunya Rezza Octavia. Mereka dibuang di Jawa Timur, akhirnya bersinar di Papua.

Bicara panahan Papua, kita patut apresiasi sosok Dr.Juliana J.Waromi, 2 periode memimpin Panahan Papua, diakhir kepemimpinannya kini Papua tak lagi dipandang sebelah mata. Untuk pertama kalinya Papua mendulang 2 Medali Perak selama mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). Kini 2 atlit Papua dipercaya memakai jersey Garuda di Sea Games Vietnam.

Saya mengenal sosok wanita “bertangan besi” ini sejak dia berkunjung ke Pelatnas, saat itu Mama Juli datang memberikan suport bagi Rezza yang tengah mengikuti seleksi persiapan qualifikasi Olimpiade Tokyo.

Hadirnya Rezza di Kejuaraan Dunia Perancis tahun 2020 merupakan torehan prestasi atas pembinaan yang dilakukan Mama Juli dan pengurus Panahan Papua. Baru kali ini ada atlit Panahan dari Papua mewarnai Timnas Garuda. Perpani Papua beruntung punya pimpinan yang total dalam mengurus Cabor yang tidak murah, butuh biaya besar, butuh keseriusan dan team work yang solid.

Untuk mewujudkan ambisinya membawa anak-anak Papua ke level nasional, Mama Juli mempersiapkan traning center selama 2 tahun di Karang Anyar, Jawa Tengah, dan hasilnya saat ini mereka mulai panen prestasi. Rezza telah membayar tuntas harapan masyarakat Papua dengan 2 Medali Emas dari 2 nomor yang dia ikutin di Sea Games Vietnam. Sesuai janjinya dia akan membalas kegagalannya di kualifikasi Olimpiade Paris dan Kejuaraan Dunia World Archery Turkey. Kunci keberhasilan Rezza ada pada pembawaannya yang rendah hati, disamping latihan 1000 panah sehari, disiplin dan komitmennya menjadi yang terbaik.

“Memang awalnya kami tertatih-tatih membangun tim panahan Papua. Dengan latihan intensif di Karang Anyar dan sentuhan pelatih berkualitas membuat Rezza dkk makin meningkat. Pelan tapi pasti kita sudah bisa melihat hasilnya,” tutur Mama Juli (nttonlinenow.com19/5/2021).

PERPANI boleh berbangga atas capaian Sea Games ke-31 Vietnam, dan keberhasilan ini juga menjadi pekerjaan rumah Pengurus, bagaimana mempertahankan capaian ini ke depan. Setidaknya pemikiran Ketua Binpres PERPANI Dr.Alman Hudri,M.Pd. perlunya PERPANI memiliki PUSDIKLATNAS seperti bulutangkis atau pencaksilat harus bisa direalisasikan untuk membina atlit muda dan membangun rasa kebersamaan dalam menjalankan program pembinaan. PERBANI Bersama Kemenpora harus merealisasikan gagasan ini, jangan hanya sebatas wacana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *