Catatan Jelang Pertandingan PS Malaka vs Persap Alor – Oleh : herry klau (penikmat bola)

Pertanyaan yang saat ini berkecamuk di pikiran masyarakat NTT yang tengah berada di riuh dan sorak sorai semarak El Tari Memorial Cup 2019 di Kabupaten Malaka adalah siapa yang pantas menahbiskan diri sebagai jawara sejati turnamen akbar di NTT dua tahunan ini.

Tentunya semua orang punya masing-masing prediksi dan tafsiran. Setiap tim dan official punya ekspektasi yang tinggi merengkuh mahkota ini. Setiap kabupaten punya fanatisme tersendiri untuk mentakhtakan trophy ini di lemari pajangannya.

Melihat dan mencermati setiap pertandingan yang sudah dihelat sejak tanggal 5 Juli 2019 dengan partai pembukanya tuan rumah PS Malaka versus PSK Kabupaten Kupang, perlahan-lahan aroma ETMC 2019 mulai bergerak naik ke titik kulminasi. Mulai dari babak 8 besar yang akan dihelat hari ini, lalu babak semfinal hingga final yang akan digelar tanggal 24 Juli 2019 mendatang.

Fase penyisihan grup yang diikuti 21 tim yang terbagi dalam 4 grup sudah usai pada Kamis malam, 18 Juli 2019 dan 8 tim berhasil masuk ke babak selanjutnya yakni PS Malaka, Perss Soe, Perse Ende, Persap Alor Pantar, Persab Belu, Perseftim Flores Timur, Persamba Manggarai Barat dan Persada Sumba Barat Daya.

Melihat komposisi ini, kekuatan tim sangat berimbang karena mewakili pulau-pulau yang ada di Provinsi NTT. Komposisi ini pun menegaskan akan sebuah penyebaran yang merata pemain-pemain yang mampu berkompetisi di Liga 3 PSSI ini. Namun peta kekuatan tim-tim yang berkompetisi di ajang ini sepertinya bergeser dengan tidak hadirnya PSN Ngada. Buktinya, 3 tim Pulau Timor berhasil meloloskan PS Malaka, Persab Belu dan Perss Soe di babak KO ini.

Sore ini, Jumat 18 Juli 2019 mulai Pukul 18.00 wita, masyarakat NTT akan disuguhkan pertandingan-pertandingan berkelas di Lapangan Umum Betun. PS Malaka vs Persap Alor dan Perse Ende vs Perss Soe.
Dua tim di atas kertas diunggulkan banyak pencinta bola. PS Malaka karena faktor tuan rumah dengan dukungan penuh ribuan suporternya serta Perse Ende sebagai juara bertahan yang memiliki mental juara selama mengikuti kompetisi ini.

Lantas, bagaimana mengukur kekuatan kedua tim?

PS Malaka, tim yang tidak pernah kalah di babak penyisihan grup dan mengantongi nilai 13 dan keluar sebagai juara grup, tentunya akan memasuki Lapangan Umum Betun dengan kepala tegak dan penuh percaya diri. Di bawah asuhan pelatih kepala Adrianus Bria Seran, para pemain PS Malaka yang semuanya anak-anak lokal, akan menyuguhkan permainan cantik dari kaki ke kaki disertai umpan-umpan panjang yang menyulitkan lawan.

Dengan dukungan penuh suporter fanatik, Laskar Manu Meo Malaka akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk membobol gawang lawan. Terbukti, selama babak penyisihan hanya 1 gol yang bersarang di jaring Josu, sang penjaga gawang. Sementara juru gedor Andro, Theo dan Yoko akan menjadi tumpuan lini depan.
Sementara lini tengah masih mengandalkan Juti dan Jemmy serta di belakang Messi dan Sachi, masih jadi pilihan utama.

PS Malaka yang mematok juara pun tentunya tidak akan main-main sejak kick off babak pertama karena 90 menit waktu normal harus benar-benar dimanfaatkan. Peluang sekecil apapun harus dimanfaatkan dan dikonversi menjadi kemenangan.

Entrenador Adrianus Bria Seran pun tentunya sudah menyiapkan strategi dan amunisi untuk bisa melaku ke babak semifinal seperti yang terjadi tahun 2015, empat tahun silam di Maumere. Adrianus juga tidak ingin agar kejadian 2 tahun lalu di Ende ketika kalah adu penalti melawan Belu pun ditoreh lagi. Artinya kemenangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan malam ini, harapan seluruh masyarakat Malaka berada di pundak anak-anak Malaka.

Adrianus mengakui bahwa tim yang berada di babak 8 besar adalah tim terbaik yang mampu mengalahkan lawan-lawannya.
Berhadapan dengan Persap Alor Pantar pun, dirinya anak-anak tampil all out seperti babak-babak sebelumnya, disiplin menjaga areanya, tidak emosional karena ini pertandingan hidup mati yang butuh fokus dan daya juang tinggi.

“Saya minta kepada anak-anak untuk bermain sebaik-baiknya. Tidak ada pilihan lain, harus menang untuk melaju ke babak semifinal. Harus tampil all out dan penuh percaya diri sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Oleh karena itu, saya minta dukungan dari seluruh masyarakat Malaka dan para pencinta bola untuk memberikan supportnya,” kata Adrianus sambil menambahkan kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kamu, siapa lagi.

Lalu, bagaimana dengan tim Persap Alor Pantar?

Usai mengalahkan juara bertahan Perse Ende di babak penyisihan grup B, motivasi anak-anak Pulau Kenari semakin tinggi.
Anak asuh Muhammad Imang Oang tentunya tak mau berjudi dengan situasi yang ada.
Tentunya, dengan seabrek pengalaman di kancah El Tari Memorial Cup, Persap Alor memiliki mental yang mumpuni.

Akan tetapi, berhadapan dengan tuan rumah PS Malaka, akan sangat menguras pikiran, bagaimana memainkan formasi yang tepat untuk meredam kecepatan anak-anak Malaka yang speednya lumayan bagus.

Tentunya, PS Malaka punya formasi yang beda dengan Persesba (Sumba Barat), Perserond (Rote Ndao) dan Putra Oesao (Kupang) yang pernah dihadapi Persap Alor di fase penyisihan.

Dengan demikian strategi dan taktik serta kejelian pelatih kedua kesebelasan untuk meraih kemenangan di pertandingan ini, sangat dibutuhkan.

Sore ini, mata masyarakat yang menyaksikan dengan mata kepala maupun melalui live streaming TVRI NTT pertandingan di Lapangan Umum Betun akan membuat pengakuan atau testimoni yang jujur bahwa tim atau kesebelasan yang tampil sebagai pemenang, benar-benar tim yang solid dan perkasa di atas lapangan hijau.

Selamat bertanding buat tim PS Malaka vs Persap Alor dan tim Perse Ende vs Perss Soe.
Junjung tinggi fair play untuk meraih prestasi di dunia sepak bola NTT. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *