Camat Rinhat : Dari Pada Mobil Dinas  Disita Lebih Baik Saya Pulang Kampung

Mobil Dinas Camat Rinhat ( DH 9016 WJ) yang dikendarai Camat Rinhat,  Yulius Bria nyaris disita tim  kerja  Covid 19 yang bertugas di Batas Belu – Malaka di desa Kusa – Kecamatan Malaka Timur, Sabtu (4/4-2020) tadi  malam.

Saat dihadang Camat Rinhat itu sempat naik darah dan tidak terima peristiwa penghadangan itu. Pasalnya, dirinya bergegas ke Atambua untuk bertemu istrinya yang menurutnya lagi sakit.

Untung saja petugas yang bekerja di lapangan sigap dan menghubungi Kadis Perhubungan Malaka  supaya bisa memberikan penjelasan.

” Saya baru tahu bahwa ada instruksi Bupati Malaka terkait pelarangan mobil dinas keluar Malaka “, ujar Camat Yulius kepada Wartawan melalui telpon selularnya, Minggu (5/4)  malam ini.

” Sebagai ASN saya harus taat pada aturan dan instruksi Bupati Malaka terkait pelarangan itu karena tujuannya untuk kebaikan.
Orang baik harus taat aturan “

” Tadi malam  saya mau ke Atambua lihat ibu sakit. Tetapi dari pada  kendaraan dinas  kena sita lebih baik saya memilih pulang ke kampung di Biudukfoho karena urusannya pasti lebih panjang dan rumit”

” Kendaraan dinas  saya bawa  pulang ke Rumah Jabatan Camat Rinhat di Biudukfoho. Saya paham betul akan apa yang saya lakukan.  Untuk urusan yang beginian kita Ini pemain lama semua”

Mantan Camat Wewiku, Jhon Lau kepada wartawan mengatakan sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa salah seorang sahabat terbaiknya Camat Yulius.

” Harusnya beliau lebih teliti sebelum melakukan perjalanan ke luar Malaka  karena sudah ada instruksi Bupati Malaka yang melarang membawa mobil dinas keluar Malaka”

” Memang instruksi Bupati itu sudah dikeluarkan beberapa hari lalu dan disebarluaskan melalui media massa tetapi mungkin teman saya kurang mengupdate informasi  terbaru  karena jaringan Telekomunikasi di Rinhat juga sering eror”

Seperti diberitakan media ini Bupati Malaka mengeluarkan instruksi agar semua kendaraan dinas tidak boleh dibawa keluar Malaka kecuali ada ijin tertulis Bupati.

Kebijakan pemerintah  ini diambil untuk Work From Home,  maksudnya supaya  tidak boleh kemana mana karena bukan liburan.

  Supaya tidak kemana mana kendaraan  Roda 4 dan Roda 2  milik pemerintah disita bila keluar Malaka tanpa ijin tertulis dari Bupati” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *