Bursa Inovasi Desa Harus Jadi Forum Pertukaran Pengetahuan

Malaka – Bursa Inovasi Desa sebagai forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, harus mampu menjabarkan program-program kegiatan di tingkat kabupaten, sehingga berjalan sinkron dan harmonis, menuju masyarakat yang sejahtera.

Bursa Inovasi Desa juga harus mampu menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengemukakan hal itu di sela-sela dirinya meninjau kegiatan Bursa Inovasi Desa di Desa Lamea awal Bulan Agustus 2019 lalu saat mencanangkan kegiatan BBGRM ke-16, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 dan Gelar Tekhnologi Tepat Guna ke-5 tingkat Kabupaten Malaka.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Malaka ini, Bursa Inovasi Desa harus menjadi bagian penting dari pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa menuju ke arah yang lebih baik.

“Melalui pertukaran pengetahuan yang terus menerus diharapkan penyelenggaraan pemerintah desa dari waktu ke waktu dapat meningkat dengan belajar dari kesuksesan dan inovasi desa lain,” ujarnya.

Sebagai penjabarannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak melalui Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Malaka, Hendrina Lopo, kepada wartawan di Betun, Kamis (22/8) mengatakan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyebutkan desa memiliki dua kewenangan khusus, yaitu kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal skala desa.

Menurutnya, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, masih banyak keterbatasan dalam kapasitas aparat pemerintah desa dan masyarakat, kualitas tata kelola desa, maupun sistem pendukung yang terwujud melalui regulasi dan kebijakan pemerintah yang terkait dengan desa.

“Oleh karena itu Program Inovasi Desa dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas,” ujarnya.

Ditanya soal kegiatan Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Malaka baik Klastet I maupun Klaster II, Hendrina mengaku berjalan dengan baik dan tidak ada kendala karena optimisme dan antusiasme dari Kepala Desa dan masyarakatnya, agar kehidupan rakyat semakin berkembang ke arah yang lebih baik.

“Kita lakukan kegiatan dengan klaster-klaster yang mencakup beberapa kecamatan per klaster, dan sejauh ini tanggapannya sangat positif untuk Bursa Inovasi Desa. Harapannya pola pikir dan pengetahuan masyarakat bisa berubah,” tuturnya lagi. (Kominfo malaka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *