Bupati Stef Tegaskan Malaka Belum Bisa Bangun Kantor Bupati – Fokus Bangun Sarana Prasarana Pendukung Percepatan Kemakmuran Rakyat.

Malaka – Pemerintah Kabupaten Malaka untuk saat ini belum bisa membangun kantor Bupati karena lebih memfokuskan untuk membangun sarana-prasarana yang mendukung pelayanan publik dan berorientasi untuk percepatan kemakmuran rakyat.

Kantor Bupati belum bisa dibangun karena tidak ada korelasi yang bermakna antara pemerintah memiliki kantor yang bagus dengan kemakmuran rakyat.

Penegasan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat membuka kegiatan Muscab IBI Kabupaten Malaka di Betun belum lama ini.

Dikatakannya, itu kebijakan yang dibuat untuk mendahulukan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana pelayanan publik yang mendorong percepatan kemakmuran rakyat.

“Kantor belum bisa kita bangun karena kita prioritaskan fasilitas pelayanan publik”

” Untuk apa bangun kantor? Untuk kantor kita bisa gunakan apa yang kita miliki saat ini dan dioptimalkan pemanfaatannya”

” Saat ini Malaka belum bisa bangun kantor tetapi harus utamakan pembangunan jalan raya, jembatan, rumah sakit, puskesmas, sekolah , tanggul dan lainnya”

” Sekarang ini lagi ada wacana supaya pegawai kerja dari rumah melalui on line karena kerja di kantor hanya buat macet dan boros. Makanya dari dulu saya sering bilang orang modern itu harus menguasai komputer dan salah satu bahasa asing”.

Seperti disaksikan media ini hingga saat ini Pemkab Malaka dibawah kepemimpinan Bupati SBS sudah mulai membangun Gedung DPRD Kabupaten Malaka dan memasuki tahapan pengatapan gedung.

Sementara itu guna meningkatkan pelayanan yang optimal kepada rakyat, bangunan yang diperuntukkan bagi rumah jabatan Bupati dialihfungsikan menjadi Kantor Dinas TPHP guna melayani para petani di Malaka.

Selain itu bangunan rumah jabatan bagi Wakil Bupati digunakan untuk kantor Badan Keuangan Daerah Kabupaten Malaka.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam kesempatan berbeda ketika ditanya wartawan terkait pemanfaatan rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati untuk kantor pelayanan masyarakat mengatakan sangat tidak elok bagi seorang Bupati/wakil Bupati DOB tinggal di rumah mewah sementara rakyat dilayani ditempat yang kurang layak.

” Di Malaka, sebagai Bupati saya tidak punya rumah tetapi tinggal di rumah orang tua. Sementara itu Bapak Wabup, Daniel Asa Almarhum tinggal di rumah pribadi”

“Itu sudah menjadi komitmen kami ketika terpilih menjadi Bupati/wakil Bupati Malaka”

” Jangan khan rumah jabatan tetapi untuk mobil dinas pun Bupati dan Wakil Bupati Malaka menggunakan mobil bekas peninggalan Pj Bupati Malaka sebelumnya”

“Itu satu bukti bahwa kami lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang memanjakan diri kami dengan rumah jabatan mewah dan mobil baru” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *