Bupati Stef Minta Pertandingan PS Malaka VS Persebi Bima Harus Jadi Sarana Hiburan  Rakyat

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta agar momentum pertandingan liga 3 regional Bali -Nusra yang digelar di Kabupaten Malaka harus jadi sarana yang memberikan penghiburan bagi rakyat.

Kedua tim diminta tetap menjaga fair play dan persahabatan antar kedua kabupaten dan provinsi karena sepak bola itu hanya media.

Permintaan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat menerima tim Persebi Bima dalam acara jamuan makan malam yang digelar di kediaman Bupati Malaka di Haitimuk – Malaka, Kamis (21/11-2019) malam.

Dalam kesempatan itu Bulati Malaka mengatakan atas nama pemerintah dan rakyat Kabupaten Malaka secara resmi menyatakan menerima rombongan Persebi Bima -NTB di Kabupaten Malaka untuk melaksanakan kegiatan pertandingan putaran kedua liga 3 di Kabupaten Malaka yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 mendatang.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Kabupaten Malaka mengucapkan selamat datang . Selamat berkunjung di wilayah Indonesia yang didiami saudara-saudara disini.
Ini wilayah kita semua karena kita adalah NKRI. Kita tidak bagi-bagi tetapi kita bagi tugas. Kami jaga tanah air kita disini dan bapak-bapak dan ibu-ibu jaga di NTB. Ada 34 provinsi dan 514 Kabupaten /Kota. Satu dijaga oleh saya dan satunya lagi dijaga Ibu Bupati Bima bersama rakyat di Bima”.

“Saya sering mengatakan kepada para pejabat di Malaka bahwa pemimpin itu pembuat sejarah dan pemimpin itu orang-orang hebat yang diberkati Tuhan dan direstui leluhur untuk membuat sejarah. Sejarahnya itu adalah dia membuat hal-hal baik agar anak cucunya ingat dan mengenang sama dia. Sehingga kalau kita menjadi pemimpin dalam bentuk apapun itu harus membuat sejarah agar dikenang anak cucu”.

” Pada malam hari ini kita melihat peminpin-pemimpin sepak bola dari Bima – NTB dalam bingkai Persebi dan PS Malaka membuat sejarah dan keharuman bagi kedua kabupaten ini melalui sepak bola”.

“Sampai sekarang para ahli yang hebat dibidang science dan art belum menemukan rumus dan teknologi untuk memecahkan kenapa bola itu bulat.
Disebut bola itu bulat artinya siapa saja yang omong tentang bola semuanya benar dan tidak ada yang salah”.

“Omong tentang bola tidak hanya teknis tetapi juga faktor non teknis. Pertanyaannya, Pak Ketua Persebi tolong jawab di tanah Malaka ini kenapa kemarin di Bima dalam 10 menit terakhir ada tiga peluang berhadapan dengan kiper tetapi Malaka tidak membuat gol .Saya dan para dewan saksikan sendiri dan tidak gol”.

“Saya bilang sama teman-teman dewan termasuk wartawan, saya katakan ini pembuktian bahwa bola itu bulat. Oleh karena itu orang yang urus bola itu harus orang gila. Kenapa harus orang gila? Karena bagaimana 22 orang pemain berlari selama 2×45 menit belum ditambah extra time , dipimpin seorang wasit dibantu dua orang hakim garis dan kadang-kadang ditambah dua hakim gawang , diawasi pengawas dan dibantu panitia dan ditonton banyak orang ternyata hanya untuk mengejar bola yang terbuat dari kulit yang beratnya tidak lebih dari 1 kg dan isinya hanya udara. Ini khan orang gila karena mengejar sesuatu yang tidak ada gunannya. Termasuk mereka yang memberi dukungan supaya peristiwa ini terjadi. Itulah misteri bola dan sampai sekarang omong tentang bola tidak ada yang salah dan waktunya tidak cukup 24 jam”.

“Sepak bola ternyata memiliki kekuatan sangat dasyat yang membuat semua orang terlena. Saat piala dunia kita harus bagadang sampai pagi untuk nonton padahal itu bukan tim kita”

” Presiden Brasil saat krisis moneter pada tahun 1997 dalam rapat kabinet beliau mengingatkan para pemimpin disana walau terjadi krisis moneter yang menghancurkan negara tetapi meminta para pejabat untuk tetap menjaga kekayaan yang menjadi kebanggaan rakyat Brasil yakni sepak bola”.

“Tugas pemerintah itu salah satunya yakni membuat rakyat itu senang dan itu harus ada hiburan. Rakyat Malaka dalam sejarah baru kali pertama menyaksikan pertandingan antar provinsi di tanah Malaka”

“Kami menerima tamu seperti ini
bukan dibuat-buat tetapi ini merupakan sebuah tatanan yang dibangun sejak tahun 2016 sejak dilantik karena motto kami adalah meletakkan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sehingga tatanan seperti ini yang kami bangun”.

” Kami siapkan penginapan bagi tim persebi seperti tim El tari dulu serta menyiapkan lapangan latihan untuk tim Persebi di lapangan Besikama dan memberikan kesempatan kepada tim Persebi untuk menjajaki lapangan pertandingan dengan menggunakan lampu sehingga dapat bertanding baik pada tanggal 23 nanti”

” Mohon permakluman karena ini yang baru terjadi di Malaka sehingga apa yang kami lakukan merupakan ungkapan kebanggaan karena sesuai pesan Bapak Gubernur NTT yang selalu berpesan kepada para Bupati dan Wali Kota bahwa dalam semua iven kegiatan selain bermain bola kita harus mempertontonkan kualitas peradaban kita. Untuk itu saya minta kepada kedua tim untuk bermain fair play dan menjaga persahabatan karena bola itu hanya media. Ibaratnya perahu dia perlu air untuk dayung. Yang utama itu jaga perahu dan penumpangnya”

“Kami senang sekali karena bisa mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah sehingga harus diurus dengan baik agar bisa memberikan penghiburan bagi rakyat ” (boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *