Bupati Stef : 1 Persen APBD Perlu Dialokasikan Untuk Bantu Pilar Keagamaan

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengaku pernah menawarkan konsep pemikiran kepada Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka supaya mengalokasikan anggaran untuk kepentingan lembaga keagamaan minimal 1 persen dari APBD diperuntukkan bagi pilar keagamaan .

Pengalokasian anggaran kepada pilar keagamaan untuk  meningkatkan pelayanan kepada umat supaya jangkauan lebih luas dan kesulitan jarak teratasi.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat menyerahkan bamtuan hibah mobil bagi lembaga keagamaan di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Senin (3/8-2020).

Bupati mengatakan dirinya pernah
menyampaikan kepada Ketua dan Wakil Ketua DPRD Malaka, konsep pemikiran Bupati minimal 1 persen APBD Malaka diperuntukan bagi pilar keagamaan.

” Kenapa pilar keagamaan? Karena umat sudah tertib, tidak seperti pejabat yang terkadang salahgunakan kewenangan”

“APBD kita sebesar Rp 850 miliar. Jadi kalau Konsepnya satu persen, hanya Rp 850 Juta,untuk Keagamaan”.

” Sebagai arsitek pengguna keuangan di Kabupaten Malaka memberikan bantuan kepada kegiatan keagamaan itu penting untuk mendukung pemerintah pusat karena Bapak Presiden sudah mencanangkan revolusi mental,”

” Di Kabupaten Malaka yang penduduknya 92 ribu lebih 90 persen beragama katolik 10 persen agama lain. Oleh karana itu , ini adalah kekuatan di daerah yang berbatasan dengan Timor Leste sehingga harus mendapat perhatian pemerintah kedepan”

” APBD itu bukan uang pemerintah, tapi itu uang rakyat yang digunakan untuk kepentingan rakyat. Uang rakyat dikembalikan ke rakyat”.

“Ini harus dipahami didalam penggunaanya harus mematuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku”

” Jadi pemerintah gunakan uang rakyat tidak asal-asalan, itu semua ada aturannya melalui tahapan dan di bahas bersama Ketua dan anggota DPRD Malaka melalui mekanisme sidang di dewan”

Dalam kesempatan itu Bupati SBS mengatakan atas nama pemerintah dan rakyat Kabupaten Malaka berterima kasih kepada Pimpinan dan anggota DPRD Malaka, Sekda Malaka , Pimpinan Perangkat Daerah serta semua pihak terkait dalam mensukseskan bantuan hibah mobil untuk lembaga agama yang ada di Kabupaten Malaka.

” Dalam berproses di dewan
memang ada perbedaan pendapat itu wajar, itukan dinamika dalam Republik Indonesia ini. Kalau tidak ada pebedaan itu negara kerajaan bukan republik. Kerajaan saja masih ada perbedaan”

Pemerintah Kabupaten Malaka menghibahkan 12 mobil kepada lembaga keagamaan di Kabupaten Malaka kepada 10 Paroki di Dekenat Malaka, Paroki Santo Antonius Padua Kleseleon, Paroki Salib Suci Weoe, Paroki Santo Yohanes Baptista Besikama, Paroki Santo Dominikus Wekmidar, Paroki Santo Yohanes Rasul Webriamata, Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan, Paroki Santa Sisilia Kotafoun, Paroki Kristus Raja Seon, Paroki Salib Suci Alas, Paroki Santo Mikhael Biudukfoho, GMIT Imanuel Maktihan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka. (ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *