Bupati SBS Meminta Rakyat Tetap Jaga Kesehatan Dengan Bangun Pola Hidup Bersih dan Sehat

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta supaya rakyat Malaka khususnya guru dan siswa agar tetap menjaga kesehatan dengan cara membangun pola hidup bersih dan sehat didalam setiap dimensi kehidupan agar terus berkarya sesuai bidang tugasnya dan tidak cepat meninggal dunia.

Menurut ilmu statistik umur harapan hidup bagi orang Indonesia itu 71 tahun sehingga setiap orang harus menjaga diri dan kesehatannya sehingga bisa memiliki umur harapan hidup diatas ketentuan diatas.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu disela acara misa pelepasan dan Penguburan Bapak Hiasintus Klau Almarhum di rumah duka Kleseleon -Kecamatan Weliman, Selasa (22/10-2019).

Dikatakannya, untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat khususnya bagi para guru supaya memberi contoh dan teladan dengan tidak boleh merokok.

Bupati SBS mengingatkan supaya
tidak boleh merokok karena sesuai artikel dari Mugawe di Afrika yang ditulis bagus sekali bahwa rokok itu adalah tembakau yang dikeringkan dan digulung dengan kertas putih, diujungnya ada api dan diujung satunya lagi ada orang bodoh.

Bupati SBS mengingatkan peristiwa seperti ini sungguh berat bagi keluarga yang dekat dan semua sahabat yang mengenalnya.

“Saya selalu beritahu para pejabat supaya urus rumah sakit dan puskesmas secara baik karena kita biasanya mati disana”.

Dalam kesempatan itu SBS mengingatkan para siswa supaya rajin belajar karena kebanggaan seorang guru bila anak-anaknya sukses.

” Pemerintah dan Rakyat Kabupaten Malaka khususnya Dunia Pendidikan Malaka berduka karena salah satu putra terbaik yang telah menghasilkan anak-anak didik melalui jerih payahnya telah berpulang ke rumah Tuhan”.

Prosesi Penguburan Bapak Hiasintus Klau Almarhum ditandai penyerahan jenasah Almarhum dari keluarga kepada pemerintah untuk dilakukan penguburan secara dinas dan diterima Kadis PKPO Kabupaten Malaka, Petrus Bria Seran selaku pembina upacara.

Petugas Upacara dari SMKN Badarai menutupi peti jenasah dengan Bendera Merah Putih dan selanjutnya diberikan penghormatan terakhir secara kedinasan lalu jenasah diusung keluar untuk dimakamkan. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *