Bupati SBS Apresiasi Budidaya Bawang Merah Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran memberikan apresiasi kepada seluruh komponen yang dengan caranya masing-masing sudah membudidayakan bawang merah di Kabupaten Malaka.

Bupati SBS meminta agar rakyat harus diberi contoh supaya ditiru rakyat. Selain bisa melihat proses budidaya juga bisa langsung melihat hasilnya.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran disela acara panen raya bawang merah di desa Lasaen-Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka, Rabu (2/10-2019).

Dalam kesempatan itu Bupati SBS meminta supaya seluruh komponen yang terlibat dalam budidaya bawang merah harus sabar dan beri contoh untuk rakyat agar ditiru rakyat. Contoh konkrit sepert ini penting karena masyarakat bisa melihat hasilnya.

” Hari ini saya senang sekali karena kita bersama seluruh komponen baik sipil TNI/ Polri bersama semua komponen yang ada bisa melihat dan panen bersama rakyat”.

“Selaku kepala daerah di daerah yang baru ini saya merasa senang sekali karena salah satu cita-cita saya adalah rakyat tidak boleh lapar di tanah yang subur. Ini mendapatkan respons luar biasa dari DPRD sehingga kami tuangkan dalam RPJMD 2016-2021 dengan perda sehingga mendapatkan dukungan penuh baik penganggaran dan pengawasan dari DPRD”.

“Saya beri pujian kepada tim Pakar RPM yang selama ini memberikan perhatian besar untuk program RPM khususnya budidaya bawang merah di Kabupaten Malaka”.

“Kita sampaikan terima kasih kepada Pemerintah pusat, pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Mentri Pertanian , bapak gubernur NTT melalui kadis Pertanian Provinsi dan Kepala BPPT Kupang serta Tim Pakar RPM yang sejak tahun 2016 mendampingi kita dalam membuat berbagai kebijakan dan mendampingi petani untuk mengimplementasikan program RPM”

“Kita tetap melakukan pendampingan dan memberikan contoh terus menerus kepada rakyat supaya mereka terus membudidayakan bawang merah”.

“Kebijakannya, rakyat yang sudah mendapatkan bantuan benih bawang merah tahun ini, tahun depan tidak dibantu lagi dan mereka sudah harus mandiri. Kita terus ekspansi ke petani yang belum mendapatkan bantuan karena rakyat di tempat lain juga meminta bantuan dan dukungan seperti ini”.

“Pembangunan itu tidak pernah berhenti dan tidak pernah selesai
sehingga akan diintervensi kepada rakyat dan petani yang belum mendapatkan bantuan karena ini berhubungan dengan kehidupan manusia”

“Apa yang kita lakukan saat ini untuk tunjukkan kepada rakyat bahwa kalau kita kerja pasti ada hasinya karena tanah Malaka tanah yang subur” .

“Tadi kita lihat ada metode baru dalam penanaman bawang karena setelah satu setengah bulan bawangnya ditanam lalu petani tanam lagi jagung. Diantara tanaman bawang ada tanaman jagung dan hal ini merupakan sebuah inovasi yang perlu dikembangkan kedepan”

” Tadi kita lihat dan sudah dilakukan ubinan dan bisa menghasilkan 11,1 ton/ha . Ini luar biasa sehingga kita harus promosikan kepada masyarakat untuk terus budidaya bawang merah dengan pola ini agar tetap berkelimpahan makanan”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *