Bupati Malaka : Turnamen Bupati Cup U 11 Harus Jadi Agenda Tahunan

Malaka – Pelaksanaan Turnamen Sepak Bola U 11 di Kabupaten Malaka harus dijadikan agenda tahunan karena melalui turnamen bagi anak usia dini itu bisa mencetak para pemain handal untuk bertanding pada berbagai turnamen yang berskala regional maupun nasional.

Untuk mewujudkan rencana itu Dinas PKPO Kabupaten Malaka agar menjadikan iven ini menjadi agenda tahunan karena sepak bola U 11 ada penyalurannya.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat membuka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup U 11.tahun 2019 di Lapangan Hairimuk -Malaka, Kamis (28/11-2019)

Dihadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Pimpinan Perangkat Daerah, Pemuka Agama, Pemuka Adat dan tim peserta turnamen Bupati SBS mengatakan anak-anak yang sekarang hadir dalam turnamen sepak bola ini adalah para pewaris Kabupaten Malaka. Beberapa tahun kedepan mereka bisa bermain di Soeratin Cup dan setelah itu mereka bisa bermain di Piala Gubernur dan ETMC.

“Oleh karena itu saya minta kepada Dinas PKPO supaya kita jadikan agenda tahunan karena U 11 ada penyalurannya”.

” Dari hasil turnamen ini kita akan kirim empat tim Juara Kabupaten untuk bermain ditingkat regional”

“Bagi tim yang menang ditingkat regional akan dikirim ke Provinsi dan kalau di provinsi menang akan dikirim mewakili Provinsi NTT untuk bertanding ditingkat nasional yang berkolaborasi integrasi dengan Danone Nations Cup”.

“Itu pertandingannya sampai diluar negeri. Tahun lalu tim Malaka dari 34 Provinsi masuk rangking 12 Nasional. Sedangkan tim yang mewakili Indonesia adalah DKI 1 yang berhasil masuk sampai Semifinal di Barcelona”.

“Bagi anak-anak kita yang timnya lolos sampai provinsi maka bonusnya kepala sekolah akan ikut nonton di Kupang.
Kalau satu anak sekolah saja terpilih maka bonusnya kepala sekolah dan guru olahraga di sekolah siswa itu berada ikut nonton di Kupang.
Kalau sampai lolos di Jakarta maka kepala sekolah dan bapak mamanya siswa ikut nonton di Jakarta. Ini menjadi tradisi kita”.

“Kasek dan guru olahraga wajib ikut supaya belajar penyelenggaraannya agar wawasannya berkembang dan pulang ke Malaka bisa siapkan anak-anak untuk bermain di kompetisi U 11″.

” Tahun lalu ketika kita ikut ditingkat nasional kita utus tim untuk belajar selama pertandingan danone dan hasilnya bisa selenggarakan pertandingan seperti yang dilaksanakan hari ini”

“Kita hadirkan Askab PSSI, Wasit dan Panitianya kita bawa untuk belajar tentang penyelenggaraannya dan saat ini kita terapkan di Malaka”.

“Ini mekanisme pertandingan yang kita lakukan sama dengan danone nations cup sehingga kita semua harus terlibat untuk belajar dan menyiapkan pertandingan sesuai aturan danone”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *