Bupati Malaka : Sekolah Harus Terapkan Protocol Covid 19

Pelaksanaan Proses belajar mengajar di sekolah harus terapkan Protocol Covid.
Kalau masuk sekolah tidak boleh berkerumun dan diatur jaraknya serta sediakan air untuk cuci tangan.

Bupati sudah minta para pejabat panggil kepala sekolah secara bertahap, tidak boleh lebih dari 20 orang untuk menginventarisasi dan mendata setiap kelas terkait jumlah murid dan bangku di sekolah.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di kediaman Haitimuk – Malaka – Provinsi NTT, Sabtu (30/5-2020)

Dikatakannya, inventarisasi jumlah murid dan ketersediaan tempat duduk siswa itu mutlak dilakukan untuk tetap jaga jarak sesuai tuntutan Protokol Covid.

” Misalnya, daya tampung di kelas dulunya 40 siswa maka harus ditata paling banyak 50 persen dan dibagi menjadi dua kelas,maximum 20 siswa”.

” KBM bisa diterapkan pagi dan siang termasuk guru-gurunya diatur mengajar shift karena ketersediaan daya tampung”

“Kemarin Bupati sudah beri contoh saat penyerahan SK dan pengambilan sumpah bagi 438 PNS, dibagi dalam 8 Sift dari pagi jam 9,00 hingga pukul 18.30 Wita baru selesai”.

“Ini sekaligus memberikan sosialisasi kepada para pejabat tentang pelaksanaan acara.
Kegiatan harus dilakukan walau dalam situasi Covid. Haknya pegawai harus diserahkan dengan pengaturan sesuai protokol Covid yakni tidak boleh banyak orang sehingga dibagi dalam 8 Shift, berdirinya dengan jarak 1,5 meter, rohanian juga tidak hanya satu orang tetapi bergantian supaya tidak boleh lelah dan tidak boleh kontak dengan banyak orang. Begitu selesai tidak boleh bergerombol tetapi harus bubar dan pulang ke rumah masing-masing”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *