Bupati Malaka Puji Partisipasi Rakyat Io Kufeu Dalam Penanganan Covid 19

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran memberikan pujian kepada rakyat kecamatan Io Kufeu – Kabupaten Malaka dalam penanganan Covid 19 di wilayah itu.

Dari 7 desa yang dikunjungi setiap desa memiliki pos penjagaan untuk pencehahan covid termasuk rakyatnya juga tetap menjaga jarak dalam beraktivitas dan mengenakan masker saat keluar rumah serta menyediakan air dan sabun untuk cuci tangan.

Ini satu bukti bahwa rakyat di Kecamatan Io Kufeu mulai menyadari akan bahaya pandemi Covid 19 serta cara mengatasinya agar tidak menular pada rakyat.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Bani-Bani usai berkunjung memantau pencegahan Covid 19 pada 7 desa di Kecamatan Io Kufeu – Kabupaten Malaka, Senin (20/4-2020).

Dikatakannya, kunjungannya ke desa-desa di Malaka belakangan ini untuk melihat dari dekat kondisi riil yang dialami masyarakat terutama dalam penanganan Covid 19 di masing-masing desa dan kecamatan.

” Rakyat itu segalanya sehingga hari ini Bupati bersama Kapolres Malaka , Jajaran TNI serta Kepala Perangkat Daerah turun ke bawah untuk melihat rakyat terutama dalam penanganan covid hingga desa-desa”

” Bapak Kapolres dan anggota TNI bersama Bupati dan jajarannya tetap siaga turun hingga desa-desa untuk melihat dari dekat kondisi rakyat”

” Semua elemen masyarakat di Kabupaten Malaka harus bersatu mulai dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa bergandengan tangan perang melawan Covid 19″

” Sementara tidak boleh ada pesta. Kumpul-kumpul untuk politik tidak boleh. Kawin boleh tetapi pesta tidak boleh”

“Saya datang kesini bukan untuk kampanye tetapi untuk urus rakyat agar terhindar dari penyakit yang membahayakan ini”

” Kehadiran kami disini untuk melihat kesiapan masyarakat Io Kufeu dalam menghadapi penyakit supaya rakyat tidak boleh sakit dan mengalami kesulitan”

” Saya senang karena disetiap desa ada penjagaan di pintu masuk keluar desa”

” Saya berharap rakyat tetap beraktivitas dan tidak takut tetapi harus tetap jaga jarak dan hindari kerumunan massa. Sesering mungki mencuci tangan dengan air dan sabun, makan dan minum air yang banyak dan bila sakit segera laporkan kepada tim di desa agar segera mendapatkan penanganan”

” Saat keluar rumah harus gunakan masker dan kalau ada keluarga yang datang dari daerah terpapar supaya tidak boleh kemana-mana dan harus isolasi diri di rumah selama 14 hari sesuai Protokol Kesehatan”

” Ini rai maufinu sehingga jangan bosan-bosan ingatkan rakyat karena ketika virus itu masuk bisa menyulitkan banyak pihak termasuk bisa membahayakan nyawa setiap keluarga termasuk kita yang hadir disini” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *