Bupati Malaka : Penetapan Bupati Terpilih  Menunggu Hasil Keputusan MK

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan rakyat Malaka harus bersabar untuk menunggu hasil keputusan MK karena masih ada sengketa maka belum ada penetapan  bupati terpilih.

Bupati terpilih akan ada
setelah ada keputusan pengadilan yang dilakukan oleh MK , keputusan MK adalah  Final  dan mengikat,  setelah itu  baru KPU akan menetapkan Bupati terpilih,  selanjutnya diproses dan diresmikan oleh negara di tetapkan oleh Mendagri atas nama Presiden,  kemudian Mendagri  memberitahukan kepada Gubernur untuk melantik kepala Daerah yang yang telah diresmikan negara,  inilah mekanismenya .

Jadi tolong diberitahukan kepada semua pelaku pilkada ini  untuk mengendalikan diri  tidak boleh terlalu Euforia sebab nanti akan terjadi gesekan – gesekan dan terjadi kekecewaan,  biarkanlah semua proses berjalan baik sebagaimana mestinya

Hal itu disampaikan  Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam  sambutannya disela acara Penutupan Sidang  III DPRD  Kabupaten Malaka di  Betun,  Jumat malam (18/12-2020)

Dikatakannya,  yang namanya Kepala Daerah baik itu  Gubernur, Bupati/Walikota,  DPD ,DPR RI , DPRD Kabupaten dan Provinsi  serta Kepala negara seperti Presiden  itu ada batas waktunya . Masa jabatannya dibatasi oleh waktu yang di tetapkan.

” Suka atau tidak suka, senang atau tidak  senang  pada waktunya kita harus turun  ibarat pepatah yang mengatakan bahwa hidup didunia itu permainan  sandiwara diatas panggung dan harus sadar setelah sandiwara selesai  harus turun dari panggung tersebut dan untuk bupati Malaka Priode 2016-2021 akan berakhir pada tanggal 17 Februari 2021″

” Apabila ada sengketa  Pilkada maka keputusan sengketanya menurut peraturan MK nomor 7 tahun 2020 tentang Jadwal dan Tahapan perkara pilkada ini maka  pada Minggu  Ketiga bulan Maret 2021   baru ada keputusannya,  jadi Kabupaten Malaka bakal ada Penjabat Bupat lagi karena kalau 17 Februari masa jabatan Bupati periode  2016 – 2021 sudah berakhir pasti Gubernur akan menunjuk pejabat yang bakal melaksanakan tugas sebagai Bupati sampai dengan ditetapkannya bupati difinitif oleh negara dan dilantik oleh Bapak Gubernur dan diperkirakan pelantikan bupati pada bulan Juni 2020″

” Oleh karena itu saya berharap Bapak Sekda Malaka,  Bapak dan Ibu anggota DPRD tetap menjaga berjalannya roda pemerintahan di kabupaten Malaka ini, tetap menjaga persidangan berjalan sebagaimana mestinya .

” Saya berharap kepada semua elemen untuk memberitahukan kepada rakyat supaya tidak terjadi gesekan di sana sini karena pilkada sudah selesai ,biarkanlah semua bekerja dengan tenang  karena bagaimanapun kita harus bekerja untuk membangun derah ini”. (boni)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *