Bupati Malaka Minta Sumur Bor Webadaen – Wewiku  Harus Dioptimalkan Pemanfaatan Untuk Percepatan Kemakmuran Rakyat

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta agar sumur bor yang akan dipugar di Webadaen – Desa Weoe – Kecamatan Wewiku harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk percepatan kemakmuran rakyat.

Selain untuk mengairi areal persawahan masyarakat sumur bor juga harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk mengembangan usaha pertanian hortikultura termasuk budidaya tambak air tawar guna peningkatan ekonomi keluarga.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat memantau sumur bor Webadaen di Desa Weoe – Kecamatan Wewiku, Sabtu (29/2-2020)

” Tadi saya sudah melihat dari dekat potensi sumur bor itu ternyata debit airnya cukup bagus untuk aneka kebutuhan”

” Kita sudah minta dinas PUPR untuk mendesign agar sumur bor itu memiliki bak penampung air baru disalurkan dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan warga”

” Selain untuk kebutuhan air bersih dan kebutuhan rumah tangga sumur bor itu dlbisa didesign untuk mengairi areal persawahan masyarakat termasuk untuk budidaya tanaman hortikultura dan pembuangan akhirnya untuk kolam ikan air tawar sehingga potensi air yang ada dapat dimanfaatkan dan tidak terbuang begitu saja”

Bupati menjelaskan sesuai hasil pantauannya di titik sumur bor ternyata sumur bornya masih berfungsi dan mengalir sepanjang tahun walau tanpa alat pompa.

” Kita seting supaya motor penggerak yang sudah rusak harus diganti dengan motor penyedot air baru dari tenaga surya / Solar Cell sehingga menghemat bahan bakar agar lebih memudahkan masyarakat”

” Rumah tempat penyimpanan mesin pompa air juga sudah mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki sebagai tempat penyimpanan mesin”

” Tadi kita juga meminta dinas teknis untuk melakukan pengukuran debit air, selanjutnya perlu design bak penampung air sebelum dialirkan ke saluran irigasi ”

” Untuk melancarkan pengairan kita juga sudah minta dinas PU untuk merencanakan pembuatan saluran irigasi secara permanen menuju lahan pertanian masyarakat”

Dalam pertemuan dengan warga Bupati SBS menceriterakan bahwa kedatangannya ke Webadaen – Desa Weoe karena mendapatkan informasi dari sahabat lamanya Jenni Keroson yang saat ini bekerja di Timor Leste dan datang ke Malaka bekerja sama dengan pemerintah dalam hal pemberantasan nyamuk Malaria.

” Minggu lalu beliau datang ke Malaka bertemu dengan Bupati dan meminta pihaknya bisa bekerja sama dengan Malaka sebagai daerah perbatasan guna pemberantasan nyamuk Malaria mengingat di Tilos sudah bebas Malaria sehingga harus bekerja sama untuk memberantas nyamuk malaria agar tidak menyebar ke negara tilos”

” Kita terima mereka dan saat itu sesuai data penderita Malaria terbanyak ada di Wewiku khususnya di desa Weoe maka mereka datang untuk melihat kondisi rill di lapangan”

” Menurut tim itu bahwa sumber berkembang biaknya nyamuk malaria di desa Weoe ternyata ada di Webadaen – Weoe karena menurut tim itu ada genangan air yang tidak terurus sehingga menjadi sarang dan tempat berkembang biaknya nyamuk”

” Karena Bupati dikirimi photo-photo di lapangan maka kita putuskan datang meninjau langsung di lokasi ini sekaligus mencarikan solusi terkait apa yang dilihat hari ini”

” Kita bersama dinas teknis lakukan peninjauan dan sepulangnya dari sini tim teknis akan bekerja untuk merancang semua yang akan dikerjakan”

” Yang pasti kita tidak hanya atasi genangan air sebagai sumber berkembang biaknya nyamuk tetapi kita akan seting bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan sumur bor itu untuk percepatan kemakmuran rakyat di daerah ini”

Kunjungan Bupati Malaka didampingi Kepala Perangkat Daerah dan Dinas teknis terkait diterima PJ Kades Weoe, Amandus Bonti Fahik didampingi Camat Wewiku, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *