Bupati Malaka Minta Pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas Harus Berkualitas

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta agar pelayanan di rumah sakit dan puskesmas harus berkualitas.

Bupati juga meminta agar masalah kesehatan harus diperhatikan semua pihak karena bertautan dengan kebutuhan pokok umat manusia sehingga seluruh komponen harus jaga baik-baik rumah sakit dan puskesmas.

Permintaan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat membuka kegiatan Evaluasi Program Performance Management and Leadersip (PML) Tingkat Kabupaten Malaka di Betun, Kamis (27/6-2019).

Dikatakannya, 16 Puskesmas yang sudah terakreditasi di Malaka merupakan sebuah perjuangan yang hebat berkat kerja sama banyak pihak termasuk dari tim pakar, konsultan dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Namun menurut mantan Kadis Kesehatan Propinsi NTT itu, capaian itu baru pada tataran penilaian dokumen karena tantangan kedepan bagaimana rakyat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Pencetus Program Revolusi Pertanian Malaka itu mengingatkan bahwa
untuk mendapatkan sertifikat akreditasi rumah sakit dan puskesmas itu gampang tetapi yang sulit itu bagaimana mengimplementasikan sesuai standart mutu yang ditentukan.

Dirinya meminta supaya tetap dilakukan pendampingan sehingga penerapan standart pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan sesuai standard mutu yang ditetapkan sesuai akreditasi.
” Harus lakukan penjadwalan yang teratur untuk lakukan monitoring, supervisi, evaluasi terhadap semua fasilitas kesehatan dasar yang telah mendapatkan akreditasi agar tetap dipedomani’.

” Satu saat evaluasi berikutnya adalah akan melihat kinerja tahun pertama, kedua dan ketiga dari setelah mendapatkan akreditasi. Metode yang paling ampuh yakni menggunakan prinsip-prinsip BNN”.

“Diharapkan setiap enam bulan atau satu tahun dua kali dilakukan evaluasi . Jangan kikir soal urusan kesehatan karena melalui kegiatan-kegiatan seperti itu bisa membuka wawasan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan’.

” Kita harus mendesign kegiatan supaya institusi kesehatan secara kasat mata tampilannya
harus meyakinkan sehingga sangat diperlukan tim yang solid untuk rumuskan bersama”

Dijelaskannya, pelayanan kesehatan harus pencerminan tampilan institusi khususnya rumah sakit dan puskesmas.

“Kita tidak menggunakan pendidikan dengan cara kuno dan tradisional mengundang orang demonstrasikan kepintarannya tetapi menggunakan metode dimana kepala dan stafnya diberikan bekal tentang pelayanan kesehatan prima lalu dibawa ke institusi kesehatan atau ke organisasi kesehatan yang menurut penilaian kita sudah bagus”.

” Mereka disuruh melihat dan mendengar kenapa pelayanan kesehatan disana, bagus lalu kita pergi belajar untuk mengadopsinya”.

” Untuk Malaka kita harus belajar dari mereka yang sudah maju dibidang kesehatan lalu kita mengutus tim belajar disana terkait langkah-langkah yang harus ditempuh dengan melibatkan tim pakar, konsultan,. dinas kesehatan dan lainnya”.

“Saya harus memberikan pembuktian bagaimana ampuhnya BNN.
Rumah sakit kita dalam waktu yang singkat kelasnya naik dari D ke C, sudah terapkan PPK BLUD dan sudah terakreditasi”

“Prosesnya bukan malam ini mimpi lalu besok bikin tetapi harus melalui beberapa tahapan dan harus memberikan perhatian yang full. Diback up work shop dan harus belajar dari beberapa rumah sakit dibawah bimbingan konsultan dan tim pakar”

“Saya senang sekali karena dari upaya yang dilakukan saat ini RSPP Betun bisa jadi laboratorium pembelajaran yang dikunjungi beberapa kabupaten dan juga di propinsi”.

“Saya berterima kasih sekali untuk prof Laksono dari UGM yang selalu memberikan bimbingan sehingga kita bisa jadi seperti sekarang ini”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *