Bupati Malaka : Masker Hanya Dipakai Orang Sakit – Bukan Untuk Mencegah Tidak Tertular

Pemanfaatan masker belakangan menjadi persoalan tersendiri lantaran sering hilang dari pasaran karena banyaknya permintaan masyarakat pasca merebaknya isu penularan Covid 19.

Pemanfaatan masker itu sendiri perlu dijelaskan sehingga tidak terjadi salah kaprah ditengah kehidupan masyarakat .

Yang benar, masker itu seharusnya hanya dipakai oleh mereka yang sakit pilek dan batuk untuk tidak menularkan kepada orang lain disekitarnya serta oleh petugas yang melayani secara langsung masyarakat seperti petugas kesehatan, petugas pemungut retribusi pasar, dan lainnya.

Sedangkan orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker karena masker digunakan bukan untuk mencegah tidak tertular.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan, Minggu (22/3-2020)

Bupati Malaka yang juga sebelumnya menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT itu kepada wartawan menjelaskan agar perlu diberikan edukasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait penggunaan masker sehingga dipahami rakyat.

” Kadang kita lihat ada yang menggunakan masker itu seharian tanpa diganti. Ini pemanfaatan masker yang salah. Harusnya paling lama setiap dua jam masker itu diganti oleh pengguna sehingga tetap higienis dan tidak menumpuk virus dan penyakit”

” Untuk membentengi diri supaya tidak sakit, yang terpenting terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, bersihkan diri, keluarga dan lingkungan sekitar, selalu cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah makan”.

” Khususnya untuk menghindari penyebaran Virus Covid 19 supaya mengikuti anjuran pemerintah dan melaksanakan instruksi Bapak Gubernur NTT untuk tidak hidup bergerombol dalam berbagai aktivitas yang melibatkan banyak orang agar bisa memutuskan rantai penyebaran Virus Korona” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *