Bupati Malaka Lepas Pemain PS Malaka U 17 Dalam Rangka Mengikuti Turnanen Soeratin Cup di Ende

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dan Ibu Beatrix Bria Seran didampingi Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Pejabat Sipil, TNI dan Polri memberikan restu dan melepas Pemain PS Malaka U 17 dalam rangka mengikuti turnamen Soeratin Cup Ende di Kediaman Bupati Malaka, Haitimuk, Kamis (3/10-2019)

Dalam arahannya Bupati Malaka mengatakan kita harus panjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat, anugerah dan perlindunganNya kita berkumpul di tempat ini dalam rangka memberi dukungan dan merestui supaya duta-duta Kabupaten Malaka dapat memperkenalkan Kabupaten Malaka di daerah lain melalui sepak bola.

“Tradisi ini perlu dikembangkan karena hal ini adalah sebuah kebanggaan”.

Bupati mengingatkan supaya daerah Malaka cepat dikenal maka harus kembangkan olahraga yang digemari rakyat.

” Kalau mau daerah kita terkenal harus melalui olahraga. Negara Cina dan Brasil lebih kaya cina tetapi lebih terkenal Brasil karena sepak bola. Begitupun AS dan Argentina lebih terkenal Argentina karena sepak bolanya”

“Salah satu cara supaya daerah kita cepat terkenal itu melalui olahraga.
Menyadari hal itu tahun 2016 setelah dilantik saya ngotot untuk jadi tuan rumah ETMC. Selama hampir satu bulan kita bermain dan kita dikenal diseluruh NTT melalui sepak bola”.

“Daerah kita, daerah baru sehingga harus diperkenalkan. Kalau kita harapkan secara konvensional seperti pameran dan rapat tentu lambat dikenal tetapi lebih cepat melalui olah raga yakni sepak bola, tinju dan bulu tangkis.

” Sejak tahun 2016, setelah pelantikan Pemerintah sepakat dengan dewan untuk olah raga yang diminati rakyat supaya dikirim delegasinya agar mereka berkembang karena mereka juga sebagai pewaris daerah ini yang satu saat akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan”

“Sepak bola itu sangat diminati rakyat sehingga kalau tidak berpartisipasi orang akan marah.
Satu hal lagi, mau menang atau kalah harus berdayakan pemain asli anak-anak Malaka dan tidak boleh ambil pemain luar”

“Olahraga itu hanya media untuk mempertontonkan kualitas peradaban kita.
Pemimpin yang mendapat sesuatu dengan jalan pintas dan mengambil pemain dari luar NTT kualitas peradabannya rendah sekali”.

” Kakau anak-anak Malaka masuk final maka enam kepala sekolah yang mengutus anaknya bermain di Ende supaya kepala sekolahnya difasilitasi nonton di Ende sehingga ada kebanggaan”

” Hal Ini tidak boros karena merupakan salah satu metode promosi untuk memperkenalkan daerah kita kepada daerah lain melalui kepala sekolah dan guru-guru yang datang menonton pertandingan” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *