Bupati Malaka Komit Kembangkan Olahraga Sepak Bola Bagi Anak Usia Dini

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan Pemerintah Kabupaten Malaka akan fokus dan berkomitmen membangun serta mengembangkan olah raga bagi anak usia dini khususnya dibidang olah raga sepak bola.

Kehadiran orang tua siswa, guru olah raga dan kepala sekolah siswa dalam ajang Danone Nations Cup 2019 di Jakarta merupakan hal positif agar bisa menyaksikan bagaimana pentingnya membangun olah raga sepak bola bagi anak-anak usia dini agar bisa mendapatkan prestasi dan hasil yang berkualitas.

Hal itu disampaikan Bupati disela grand opening Danone Cup 2019 oleh Menpora di Jakarta, Sabtu (27/7-2019)

” Tadi kita semua mendengarkan nasehat Bapak Menpora akan pentingnya membangun olah raga sepak bola bagi anak usia dini dan hasilnya sangat menggembirakan karena hampir 50 persen pemain timnas sepak bola berasal dari pembinaan anak usia dini melalui Danone Nations Cup”

“Hal itu berarti perhatian bagi anak usia dini itu sangat baik karena untuk mendapatkan hasil yang berkualitas memerlukan dukungan dan perhatian semua pihak sesuai arahan Bapak Mentri”

“Sebagai Bupati kehadiran anak-anak Malaka mewakili Propinsi NTT dalam Danone Nation Cup 2019 itu sangat membanggakan daerah. Anak-anak bisa mendapatkan tambahan pengalaman dan pengetahuan ketika bertanding dengan saudara-saudaranya dari berbagai propinsi di Indonesia”

“Para kepala sekolah dan guru yang hadir juga bisa mendapatkan gambaran dan pengetahuan baru tentang pentingnya perhatian dan pembinaan bagi anak usia dini. Bahwa untuk mendapatkan prestasi dan hasil yang berkualitas sangat diperlukan pembinaan yang teratur bagi anak-anak agar secara sungguh-sungguh berlatih dan berlatih”

“Para orang tua yang hadir juga bisa melihat dari dekat bagaimana pentingnya pembinaan olah raga bagi anak-anaknya agar tidak melarang anaknya bermain bola dan berlatih”

“Di Malaka, banyak faktor yang sangat mendukung untuk pembinaan olah raga sepak bola. Hampir di semua sekolah, desa dan gereja memiliki lapangan luas sehingga dengan sedikit sentuhan sudah bisa dimanfaatkan untuk bermain bola”

“Tinggal bagaimana para guru melihat peluang ini untuk dikembangkan dan dimanfaatkan . Kita akan kemas dalam turnamen yang teratur sehingga bisa menggali potensi dan bibit pemain untuk dibina sehingga berprestasi”

” Sepulangnya dari sini kita akan buat turnanen bagi anak-anak sekaligus melakukan seleksi agar tahun depan bisa mengirimkan utusan dan tim Malaka untuk berpartisipasi dalam Danone Cup yang digelar di berbagai tingkatan” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *