Bupati Malaka : Jangan Anggap Remeh Pelaku Perjalanan

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta supaya rakyat Malaka jangan menganggap remeh pelaku perjalanan dari luar yang memasuki daerah Malaka.

Pemerintah melalui Tim Gugus Pencegahan Penularan Covid 19 Kabupaten Malaka terus bekerja untuk melakukan Surveylance di batas-batas pintu masuk Malaka untuk mendeteksi secara dini para pelaku perjalanan agar tidak menularkan penyakit ke rakyat.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun -Ibu Kota Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Selasa (15/9-2020).

Bupati menjelaskan sejak isu Pandemi Covid 19 merebak di Indonesia Kabupaten Malaka mengambil kebijakan untuk menerapkan kegiatan Surveylance di pintu-pintu masuk di Kabupaten Malaka di batas Kabupaten Malaka.

” Hingga saat ini ada empat pintu masuk yang dijaga para petugas kita yakni di Lamea, Lorotolus, Talimetan dan Nurobo untuk memantau dan menelusuri para pelaku perjalanan terurama dari Zona merah masuk ke Kabupaten Malaka”

” Sekarang sudah terbukti salah satu pelaku perjalanan asal Kabupaten Malaka terkonfirmasi Covid 19 dan tertular saat berada di Jogyakarta”

“Jadi jangan anggap remeh dengan pelaku perjalanan karena bisa berpotensi sebagai sumber penularan”

” Kita himbau kepada seluruh pelaku perjalanan agar kooperatif mau diperiksa petugas medis disetiap pintu batas masuk Malaka”

” Para pelaku perjalanan juga harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk memeriksakan diri di faskes terdekat termasuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari”

” Kepada seluruh rakyat kita minta supaya tetap mematuhi protokol Covid 19 termasuk makan minum yang kenyang agar tidak mudah diserang virus termasuk menjaga budaya bersih dan sehat untuk diri sendiri,keluarga dan lingkungan dimana dirinya berada” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *