Bupati Malaka : Indonesia Maju – Malaka Maju Harus Diperjuangkan Bersama Untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat

Indonesia Maju – Malaka juga harus Maju merupakan cita-cita kita bersama yang harus diperjuangkan bersama. Malaka yang maju adalah Malaka yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kemakmuran rakyat, memberantas kemiskinan, mengurangi tingkat stunting serta membangun daerah dalam semangat kebersamaan yang utuh.

Sesuai kesepakatan bersama bangsa ini thema yang diusung dalam perayaan ini yakni ” Indonesia Maju”. HUT Ke 75 Kemerdekaan RI yang dirayakan hari ini hendaknya menjadi simpul refleksi anak-anak bangsa untuk sejenak melihat kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Hari ini dibawah naungan Sang Merah Putih kita bangkitkan kembali semangat juang untuk mempertahankan dan memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai anak-anak penjaga Beranda NKRI Harga Mati.

Indonesia Maju berangkat dari Malaka juga harus maju. Karena Malaka merupakan salah satu Kabupaten dari seluruh Kabupaten di Indonesia. Untuk itu kemerdekaan bukan hanya sekedar kata tetapi kemerdekaan merupakan kesempatan untuk bermimpi setinggi-tingginya kemudian bangkit dan mewujudkan mimpi-mimpi tersebut hingga menjadi kenyataan.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu dalam Perayaan HUT Kemerdekaan RI yang digelar di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Senin (17/8-2020)

Dalam kesempatan itu Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Malaka untuk melihat 7 tahun perjalan Kabupaten Malaka .

” Kita telah bekerja keras dan sungguh-sungguh mengejar ketertinggalan dari daerah lain baik dilevel regional dan nasional terlebih sejak kami diberikan mandat oleh masyarakat Kabupaten Malaka untuk memimpin daerah ini sejak tanggal 17 Februari 2016 yang lalu”

“Saya bersama almarhum Bapak Wabup Daniel Asa berkomitmen mempersembahkan hasil terbaik untuk seluruh rakyat Kabupaten Malaka melalui tujuh program prioritas ” .

” Pertama, Pendidikan, Kedua, Kesehatan, Ketiga, RPM supaya rakyat Malaka tidak boleh merasa kelaparan di daerah yang subur. Keempat, Penataan Infrastruktur, Kelima, Penanggulangan Bencana terutama bencana banjir yang merupakan tradisi dari jaman dahulu setiap kali hujan dipastikan sekitar wilayah DAS Benenai terjadi banjir dan hal itu kita atasi”.

” Penyebab banjir itu ada dua yakni salurannya dangkal dan tidak ada tebing tetapi efek bencana itu ada dua yakni mengatasi penyebab banjir dan efek banjir tetapi konsep penanganan kita mengatasi penyebab banjir. Itu pembaharuan, itu perubahan. Hanya mereka yang buta hati, hanya mereka yang buta mata , hanya mereka yang tuli telinga yang tidak melihat dan mengakui apa yang sudah kita kerjakan” .

“Keenam, penataan tata ruang dimana kita telah menghasilkan Perda Tata Ruang yang secara bertahap diimplementasikan sesuai kondisi keuangan daerah yang dimiliki dan priorotas yang harus dikerjakan agar rakyat merasakan didaerah ini ada pemerintahan”

“Ketujuh, Memperkuat Ekonomi Rakyat dengan penguatan ketahanan ekonomi keluarga yang bertautan dengan kebutuhan dasar masyarakat”

” Ini yang sudah kita kerjakan namun belum semuanya sempurna karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kalau ada yang merasa dirinya sempurna maka orang seperti itu harus dilakukan pemeriksaan oleh ahli jiwa karena memiliki gangguan jiwa. Orang-orang seperti itu tidak diperkenankan memimpin karena sebelum memimpin harus diperiksa kesehatan jiwanya karena manusia tidak pernah ada yang sempurna. Setiap kita ada generasinya untuk mewujudkan, menyempurnakan, melanjutkan apa yang sudah dilakukan pendahulunya”.

“Kita harus tetap fokus dan tuntas mengerjakan semua program Pemerintah Daerah demi meletakkan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk mewujudkan masyarakat Malaka yang sejahtera dan makmur untuk Indonesia Maju” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *