Bupati Malaka dan Fenomena ETMC 2019 Dalam Perspektif Media – “SBS Mampu Membuktikan Diri Sebagai Pemimpin Berkualitas, Visioner dan Berkomitmen” ” – Oleh : Boni Atolan (bagian 6 )

Malaka – Tulisan ini mengingatkan saya akan beberapa statement dan pikiran Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam berbagai acara resmi atau non formal termasuk rapat dengan pimpinan perangkat daerah sebagai salah satu pilar dalam pelaksanaan ETMC 2019 di Kabupaten Malaka.

Salah satu pernyataan yang sering dilontarkan adalah Iven ETMC 2019 dan penyelengaraan ETMC harus yang terbaik dalam sejarah ETMC dan tidak terkejarkan selama 100 tahun kedepan oleh Kabupaten/Kota di NTT sebagai penyelenggara El Tari.

Bagi saya ini ‘ pernyataan gila’ dari seorang SBS yang memang gila bola. Yang membuat saya penasaran breack down dari pernyataan itu seperti apa, konsep dan variabel analisisnya seperti apa masih menjadi pertanyaan besar dalam benak saya dari pernyataan itu.

Dalam benak saya Bupati SBS mematok target yang tidak main-main kalau memang niat itu benar-benar diwujudkan dalam tataran rill.

Pertama, Kegaulauan saya mulai terjawab ketika dalam rapat yang dipimpin Bupati SBS bersama panitia penyelenggara terkait persiapan ETMC 2019 di Aula Kantor Bupati Malaka membeberkan beberapa pemikiran dan konsep dasar mulai dari tahapan persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir dari pelaksanaan ETMC.

Dalam tahap persiapan Bupati meminta Panitia dan Paguyuban melakukan undangan adat bagi seluruh Kabupaten/Kota di NTT. Dalam tahapan ini SBS membuat sejarah baru dalam hajatan ETMC 2019 karena baru pertama kali diterapkan selama hajatan El Tari digelar. Bupati SBS bukan hanya membuat sejarah tetapi juga menaikkan kualitas penyelenggaraan ETMC dengan menggelar undangan adat oleh panitia dan paguyuban. Dalam konteks ini Bupati SBS bukan hanya memperhatikan aspek olahraga sepak bolanya saja tetapi juga mampu membuat sejarah dengan menaikkan derajat peradaban masyarakat propinsi NTT dibidang budaya dan adat istiadat. Dalam pemahaman saya bupati SBS bukan saja seorang visioner dan mampu membuat perubahan tetapi juga mampu mengangkat derajat masyarakat NTT sebagai masyarakat yang beradab dan memiliki nilai peradaban yang patut diperhitungkan 33 Provinsi di Indonesia.

Dalam konteks undangan adat, Bupati Manggarai Barat dan Bupati Sumba Barat secara jujur di kediaman Bupati Malaka mengaku secara jujur kehadiran mereka karena diundang secara adat sehingga perlu dan harus dihargai sebagai sesama Kabupaten di Provinsi NTT. Dalam konteks ini Bupati SBS bukan hanya meletakkan dasar yang kokoh dan kuat dalam aspek
Peradaban di Kabupaten Malaka tetapi juga di Propinsi NTT melalui momentum olahraga sepak bola ETMC 2019.

Kedua, Dibidang persiapan sarana/prasarana serta infrastruktur pertandingan Bupati SBS mematok grade yang tinggi bahwa pelaksanaan ETMC 2019 di Kabupaten Malaka harus berkualitas. Sekolah -sekolah mulai “disulap” seperti hotel bintang tiga dilengkapi MCK yang berkelas seperti di Bandara di Jakarta yang digunakan sebagai tempat penginapan para pemain dan official yang datang ke Malaka.

Luar biasa. Bupati SBS dalam pandangan saya dalam merencanakan dan mengerjakan sesuatu harus berkualitas. Buktinya, penginapan bagi 22 Tim ETMC 2019 di Kabupaten Malaka termasuk perangkat pertandingan entah wasit dan para official mendapatkan penginapan gratis selama ETMC di Malaka. Dalam adat orang Malaka tamu yang berkunjung ke Malaka harus dihormati dan dihargai tanpa sekat pemisah. Bukan hanya itu, Bupati SBS konsep berpikirnya mau mewariskan hal-hal baik bagi anak cucu Rai Malaka melalui momentum El Tari.
Anak-anak dan guru di sekolah bisa mendapatkan warisan gedung sekolah dan MCK yang layak pasca ETMC 2019. Sekali dayung beberapa pulau dilalui.

Dalam persiapan infrastruktur lapangan pertandingan Bupati SBS tidak main-main. Tiga lapangan pertandingan ETMC di Besikama, Lapangan Umum Betun dan Stadion Malaka di Kobalima dibangun dan ditata. Rumput lapangan pertandingan harus tetap hijau dan berkualitas sehingga nyaman bagi semua tim saat bertanding.

Khususnya terkait penataan lapangan pertandingan setiap hari ditata, disiram. Rumput-rumput ditata dan dipangkas dengan ukuran tertentu oleh bagian kebersihan Dinas PUPR dan juga disemprot dengan pupuk hijau dari dinas pertanian Malaka.
Khususnya di lapangan umum Betun pemerintah memasang lampu agar bisa dilakukan pertandingan malam hari.

Alhasil, bukti keseriusan Bupati SBS bisa menghasilkan lapangan hijau yang representatif dan bisa memberikan kenyamanan bagi pemain saat bertanding dan tim bisa mempertontonkan permainan terbaiknya yang sangat menghibur rakyat Kabupaten Malaka. Rakyat senang, rakyat sangat puas menyaksikan setiap pertandingan yang berkualitas pada lapangan yang berkualitas pula. Ini buki kesungguhan dan keseriusan seorang Bupati SBS. (bersambung)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *