Bupati Malaka dan Fenomena ETMC 2019 Dalam Perspektif Media – ” Bupati Melatih Kerja Cerdas, Kerja Cermat dan Kerja Berkualitas” – Oleh : Boni Atolan (bagian 4 )

Dalam mempersiapkan hajatan besar seperti ETMC 2019 peranan seorang pemimpin sangat besar guna mewujudkan rencana kerja yang ditetapkan.

Dalam pandangan saya, Bupati Malaka memiliki peran yang sangat vital dalam pengambilan segala kebijakan yang berkaitan dengan proses persiapan pelaksanaan kegiatan ETMC 2019 di Kabupaten Malaka.

Bupati SBS bukan tipe pemimpin yang suka duduk dan main perintah dari belakang meja tetapi pemimpin yang ringan tangan, turba dan beri solusi untuk stafnya.

Dalam pandangan saya momentum ETMC 2019 dimanfaatkan Bupati SBS untuk melatih jajarannya agar bisa bekerja cerdas, kerja cermat dan kerja berkualitas.

Persiapan menyongsong Pelaksanaan ETMC 2019 yang digelar bulan Juli lalu menyisakan banyak cerita. Pimpinan Perangkat Daerah dan ASN serta Panitia Penyelenggara serta Paguyuban 22 Kabupaten/ Kota tentu sangat kenal dan masih ingat betul bagaimana mempersiapkan sarana/prasarana pendukung dan infrastruktur lapangan yang baik untuk pelaksanaan pertandingan serta acara selama ETMC 2019.

Dinas yang bertanggung jawab langsung terhadap persiapan infrastruktur dan sarana/prasarana pendukung yakni dinas PUPR dan Dinas PPKO sebagai penanggung jawab utama dalam setiap kegiatan di lapangan.

Dalam catatan saya, Kadis PUPR, Yohanes Nahak bersama Kabid Bina Marga, Lorens Haba dan Kabid Cipta Karya, Oce Nahak merupakan pilar utama untuk mengkoordinir semua urusan yang berkaitan dengan persiapan pembangunan infrastruktur pertandingan dan Sarana/prasarana penunjang untuk persiapan penginapan seluruh delegasi dari Kabupaten/Kota di NTT.

Tak ketinggalan Kabid Kebersihan, Yan. Tae Seran,ST bersama pasukannya bertugas penuh untuk kebersihan dan penataan rumput pada tiga
lapangan pertandingan baik di Lapangan Besikama, Stadion Malaka di Kobalima dan Lapangan Umum Betun.

Dalam catatan saya penataan rumput disetiap lapangan harus dilakukan sesuai perencanaan baik waktu pangkas rumput, ukuran rumput yang dipangkas. Batu dan pasir yang tercecer di lapangan harus bersih dan diangkut keluar lapangan. Material yang merusak lapangan harus dibersihkan dan rumput yang rusak harus ditanam ulang dan dirawat hingga tumbuh.

Rumput-rumput yang sudah dipangkas rapi pun tetap dirawat dan disemprot pupuk daun agar tetap hijau dan segar yang dilakukan Kadis TPHP bersama jajarannya.

Rumput yang sudah tertata baguspun setiap hari harus tetap disiram dengan air agar tetap hijau dan semua pekerjaan diatas terpantau dan diawasi langsung Bupati Malaka.

Semua pekerjaan yang dilakukan diatas harus terukur, terencana baik sehingga dapat dievaluasi dari waktu ke waktu dan tetap dalam pengawasan ketat Bupati SBS.

Saya masih ingat benar setelah liburan hari Raya Idulfitri pengerjaan panggung di lapangan Umum Besikama belum mencapai 50 persen.

Saya lihat “Bupati Amerika” (begitu julukan awak media kepada Bupati SBS yang jebolan Univ Boston Amerika itu -red) dahi berkerut dan putar otak. Dalam waktu yang tidak terlalu lama Bupati minta Kadis PUPR, Yohanes Nahak bersama jajarannya untuk rapat kilat di lapangan Besikama mencarikan solusi supaya pekerjaan yang ada harus selesai tepat waktu agar bisa dimanfaatkan dalam pertandingan ETMC di Malaka Barat.

Dalam arahannya Bupati SBS meminta agar seluruh jajaran di dinas PUPR memberikan perhatian penuh untuk proses penyelesaian panggung lapangan Besikama.

“Ini program penting dari Pemerinrah Daerah sehingga harus dikerjakan dengan cara-cara luar biasa dan pekerjaan harus tetap berkualitas ” , demikian arahan singkat Bupati.

Namanya juga orang teknis yang setiap harinya suka hitung kali bagi. Dalam waktu tidak begitu lama hasil perhitungan tuntas dan dilaporkan kepada Bupati. Solusi yang ditawarkan ada penambahan tukang dan tenaga kerja yang signifikan serta penambahan waktu kerja sehingga bisa menyelesaikan beban kerja yang ada dalam waktu yang relatif singkat.

Dalam konteks kerja diatas saya melihat Bupati Malaka bisa berperan sebagai ” manager” yang hebat dan mampu mengidentifikasi persoalan, melakukan pemetaan persoalan dan bagaimana mencarikan solusi bagi persoalan yang dihadapi.

Berkat kerja keras Dinas PUPR dan Camat Malaka Barat serta Desa Se-Kecamatan Malaka Barat dan rakyat dibawah arahan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran maka pekerjaan panggung lapangan Besikama dan rabat jalan keliling lapangan Besikama selesai sesuai harapan dan dapat dimanfaatkan selama pertandingan ETMC 2019 di Besikama (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *