Bupati Malaka Ajak Seluruh Komponen Rakyat Malaka Perang Melawan Covid 19

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Malaka Perang Melawan Covid 19.

“Mari kita sama-sama bahu membahu nyatakan perang melawan Covid 19. Bersama pasti kita bisa. Lupakan urusan lain-lain ternasuk yang berkelompok -kelompok supaya tidak boleh berkumpul baik itu untuk urusan politik, keagamaan , Sosial kemasyarakatan serta urusan lainnya”.

Ajakan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran usai mengikuti rapat bersama Gubernur NTT melalui Video Conference di Betun, Selasa (31/3-2020)

” Tadi kami baru selesai rapat dengan Bapak Gubernur bersama seluruh Bupati dan Wali Kota melalui Video Conference dan statement kami kepada Bapak Gubernur NTT : Seluruh komponen masyarakat Malaka yang terdiri dari Pemerintah ( ASN) , TNI/Polri, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Kelompok Masyarakat, Partai Politik dan Wartawan serta seluruh komponen masyarakat Kabupaten Malaka Siap Perang Melawan Corona”.

Dalam kesempatan itu Bupati Malaka dihadapan wartawan mengatakan bahwa untuk menghadapi Wabah seperti Covid 19 kekuatan utama ada pada rakyat.

” Kekuatan kita kalau sudah Pandemi ada pada rakyat. Oleh karena itu rakyat harus diberitahu agar mengetahui, mengerti dan melakukan upaya-.upaya konkrit untuk menghindari Covid 19″.

” Fokus di Malaka saat ini adalah kita bekerja dan berusaha supaya rakyat tahu dan berusaha untuk mencegah penularannya”.

“Masing – masing kita harus berperan sesuai tupoksi yang diemban baik itu ASN, TNI, Polri, Wartawan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan elemen masyarakat lainnya harus bisa berperan teristimewa rakyat”.

“Ini yang kita minta supaya rakyat dibekali kekuatan. Karena ketika sudah Pandemi kita tidak berdaya”.

” Kekuatan kita ada pada rakyat . Jadi rumah sakit ada pada rakyat, tempat isolasi ada pada rakyat dan tempat pencegahan penyakit itu ada pada rakyat”.

“Tadi setelah rapat dengan Bapak Gubernur NTT saya minta kepada para pejabat yang mendampingi kami supaya mulai hari ini setiap hari disetiap desa harus ada calling keliling ingatkan rakyat agar selalu menjaga dirinya, menjaga keluarganya, menjaga lingkungannya dan berperan serta”.

” Tidak usah ke pasar dan toko kalau tidak perlu, tidak boleh berkumpul kalau memang tidak harus berkumpul. Kalau memang kumpul boleh asalkan jaga jarak. Ini yang harus kita tanamkan pada keluarga kita di Malaka”

” Kepada rekan -rekan pers saya pesan supaya dalam setiap pewartaannya selalu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Karena yang namanya pandemi kita tidak ada apa-apanya. Ketuatan kita ada pada rakyat sehingga rakyat harus berpartisipasi”

“Misalnya, rakyat Malaka 200 Ribu jiwa. Rumah sakit kita tempat tidurnya berapa. Sehingga kita harus berpartisipasi . Kita harus beri pemahaman kepada rakyat supaya berpartisipasi, menjaga diri dan keluarganya serta lingkungannya supaya terhindar dari penularan Covid 19″

” Saat ini kita harus tetap berjuang dan berusaha agar penderita positiv Covid 19 tidak ada di Malaka.

“.Kita harus belajar dari Italia dan Spanyol walau mereka negara maju tetapi tetap terinfeksi Covit 19 sehingga sejak dini kita harus bersama bekerja beri pemahaman dan edukasi bagi rakyat”

” Khusus di Malaka kita tidak ada penderita yang positiv terjangkit Korona. Kita berdoa dan berusaha supaya tidak boleh ada.
Yang ada di Malaka saat ini yakni Orang Tanpa Gejala dan Orang Dalam Pantauan”.

“Orang tanpa gejala artinya orang yang datang dari daerah terpapar Virus Covid 19 masuk di wilayah Malaka tetapi tidak ada tanda-tanda sakit. Ini yang harus kita jaga supaya orang yang datang dari daerah terpapar harus dikawal dengan baik agar tidak menjadi menular kepada orang lain”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *