Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineOlahraga

Bintang Timur Academy Fokus Bina Talenta Muda, Siap Gelar Suratin U-15 di BeTA Traning Graound.

64
×

Bintang Timur Academy Fokus Bina Talenta Muda, Siap Gelar Suratin U-15 di BeTA Traning Graound.

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA– Gelaran Suratin Cup U-17 dan El Tari Memorial Cup (ETMC) yang merupakan putaran kompetisi Liga 3 NTT menjadi ajang aksi bagi para pemain klub Bintang Timur Atambua (BeTA). Usai ajang Suratin dan ETMC BeTA Atambua bergerak cepat, melakukan pembenahan manejemen, apalagi Oktober nanti BeTA Atambua ditunjuk sebagai tuan rumah Suratin U-15.

BeTA Atambua berhasil mencuri perhatian, bersama tim Elit Pro saat tampil di Nusantara Open Piala Prabowo Subianto, Jakarta (Juli 2022). Couch Maman Suryaman, sukses memoles timnya menjadi peserta yang patut untuk diperhitungkan. Dalam tiga laga yang dimainkan, BeTA Atambua meraih kemenangan saat berjumpah tim elit pro Liga 1 Persija dan draw melawan tim elit pro Liga 1 Borneo FC. Kekalahan dialami saat jumpah Academy Maluku Utara.

Setelah menjalani event Suratin U-17 dan Liga 3 NTT, Fary Francis pemilik BeTA Atambua melakukan evaluasi dan perombakan manejemen menuju suatu pengelolaan organisasi sepak bola yang modern dengan menempatkan SDM yang efisiens dan the right men on the right job.

Masuknya kembali pelatih berkebangsaan Belanda, Berth Pentury, diyakini mampu melahikan talenta muda dari daerah perbatasan RI-Timor Leste. Pelatih berusia 74 tahun itu akan fokus untuk menjalani dan mengembangkan pemain, khususnya di akar rumput (grassroot). Menurut Fary, hal itu penting dilakukan untuk mendapatkan pemain yang bagus agar tim BeTA U-23 dapat berbicara banyak di kancah regional dan nasional.

“Kalau kita ingin tim Bintang Timur sukses, harus dimulai dari akar rumput yang baik, yaitu adalah bagaimana pembinaan usia muda yang sangat baik. Puji Tuhan dengan adanya Suratin Cup U-15 di Atambua, ini menjadi motivasi para pemain muda, bukan hanya karena dia ingin bermain sepak bola, tetapi ada unsur pembinaan dan science disana,” terang Farry.

Seperti yang kita ketahui, saat ini sepak bola bukan hanya mengandalkan kerja keras, pemain juga harus bisa kerja cerdas, maka dari itu, adanya event usia dini, mereka bisa tahu program atau kurikulum yang dibuat oleh academy yang harus dipelajari sehingga kedepannya sepak bola kita semakin lebih baik lagi, lanjut mantan penjaga gawang Timor Leste.

Bert Pentury mengungkapkan cara dirinya membangun tim. “Semua sudah disiapkan untuk membangun tim ini, saya juga berterima kasih kepada manajemen Bintang Timur yang sudah antusias dan peduli dengan pembinaan, generasi muda provinsi NTT,” tutur pelatih yang tengah mendalami ilmu olah raga di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Terakhir, mengenai target dan perjalanan tim Bintang Timur yang sebentar lagi menjadi tuan rumah Suratin U-15, Fary mengatakan, “Berjalan begitu saja, kami juga membiarkan para pemain untuk belajar sepak bola yang baik. Target kami disetiap pertandingan, kami bisa memenangkan pertandingan itu, sehingga kami bisa tahu di akhir kami bisa menjadi juara atau tidak,” tambah Fary.

Perombakan manejemen Bintang Timur diilakukan usai owner BeTA Atambua Fary Francis bertemu perwakilan orang tua dan sejumlah pengurus, Kamis (22/9/2022).

“Kami lakukan perubahan setelah melakukan rapat evaluasi. Khususnya dalam perjalanan BeTA selama 2 tahun pandemic tidak berjalan baik. Kalau pun berjalan hanya sporadis tanpa program yang baik,”ungkap Fary.

Ditunjuknya BeTA sebagai penyelenggara Suratin U-15, tentunya bukan tanpa alasan. Memiliki lapangan standar dengan berbagai fasilitas, serta dukungan orang tua menjadikan modal kuat bagi BeTA Atambua. Manejemen baru BeTA Atambua yang akan dipimpin Yun Koi Asan dan Mukhlis Lapitonung sebagai Direktur dan Wakil Direktur, diharapkan dapat memberikan penyegaran dalam menghadapi event U-15 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di kompleks sepak bola Bintang Timur. ( fw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *