Bendung Benenai MT2 Hanya Layani Pasokan Air Irigasi Maksimum 1.800 Ha Minus Kobalima -Malaka Barat

Malaka -(Adv) Persoalan air irigasi yang bersumber dari Bendung Benenai yang melayani Daerah Irigasi (DI) Malaka sayap kiri dan kanan pada Musim Tanam (MT) 2 dalam situasi normal hanya bisa melayani lahan pertanian sawah sebanyak 1.800 ha untuk DI Malaka sayap kiri dan kanan .

1000 ha untuk DI Malaka Sayap Kiri (Bakirul, Betun , Bakateu, Kamanasa minus Lakekun -Kobalima ) dan 800 ha untuk DI Malaka sayap Kanan ( Desa Laleten dan Lakulo minus Loofoun dan Rabasa/Rabasa Haerain)

Supaya petani sawah tidak mengalami kekurangan air pada MT 2 perlu dilakukan penataan di lapangan lintas dinas teknis (PU dan Pertanian) supaya melakukan penataan dan pemetaan pola tanam supaya rakyat bisa mendapatkan pelayanan secara optimal dan tidak bermasalah di lapangan dalam hal kebutuhan air irigasi.

Sementara itu dalam MT 1 DI Malaka bisa melayani semua lahan persawahan (7000 ha) di DI Malaka sayap kiri dan kanan.

Demikian hasil Konfirmasi wartawan media ini dengan Salah Satu Pengawas DI Malaka, Yoseph Bere di Betun – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Kamis (21/5-2020)

Dijelaskannya, pada MT 1, dari total 10. 000 ha lahan sawah yang berada di wilayah hukum DI Malaka bisa pasok air untuk 7. 000 ha (sesuai lahan yang diolah) baik untuk DI Malaka sayap kiri dan kanan karena debit air di bendung Benenai sangat memadai.

“Pada MT2, DI Malaka Sayap Kiri hanya bisa melayani pasokan air untuk 1. 000 ha lahan di wilayah Kecamatan Malaka Tengah meliputi daerah desa Bakiruk, Wehali dan Kamanasa . Sementara untuk Kecamatan Kobalima di Lakekun tidak bisa mendapatkan pelayanan karena penurunan debit air di Bendung Benenai”.

“Sementara itu DI Malaka sayap kanan hanya bisa melayani air irigasi yang bersumber dari Bendung Benenai sebanyak 800 ha untuk Desa Laleten dan Lakulo di Kecamatan Weliman . Sementara untuk Loofun dan Rabasa tidak bisa mendapatkan pelayanan karena menurunnya debit air di Bendung Benenai”

” Sejak Tahun 2018, pada MT2 DI Malaka hanya bisa melayani 1.800 ha lahan sawah karena ada penurunan debit air di Bendung Benenai”

” Tahun 2019 pelayanan di MT2 pelayanan terhambat karena selain menurun drastis debit air di Sungai Benenai juga ada kerusakan pada salah satu pintu penguras di Bendung Benenai sehingga masih diperbaiki”

” Setiap tahun kita yang bertugas di DI Malaka selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pemerintah setempat terkait luasan lahan yang diolah guna mendapatkan pelayanan air irigasi yang bersumber dari Bendung Benenai. Khusus pada MT 2 pembagian air secara bergilir untuk DI Malaka sayap kiri dan kanan”

” Pada saat musim banjir petugas penjaga pintu air di Bendung Benenai menutup pasokan air agar tidak merusak sifon sepanjang 300 meter yang melintas di Biudukfehan”.

“Khusus untuk MT 2 kita minta Dinas Pertanian Malaka melakukan pemetaan agar daerah pertanian yang tidak bisa dilayani air irigasi yang bersumber dari DI Malaka supaya menanam tanaman palawija selain tanaman padi agar semua lahan dapat dimanfaatkan petani karena tidak membutuhkan air yang banyak” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *