Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Begini Alumni SMPN 5 Kupang Memaknai Hari Lahir Pancasila.

45
×

Begini Alumni SMPN 5 Kupang Memaknai Hari Lahir Pancasila.

Sebarkan artikel ini

KUPANG: Para Alumni SMP Negeri 5 Kupang yang tergabung dalam Ikatan Alumni Angkatan 1986 (IKALSPENLI 86), merayakan hari lahir Pancasila dengan berbagi kasih bersama penderita kusta dalam pengobatan, para janda dan anak yatim di desa Nusa, Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatn, NTT.

Acara berbagi kasih yang digelar bersama dengan jemaat Gereja Betani, Amanuban Barat itu untuk memperingati Hari lahirnya Pancasila, yang tepat hari ini 1 Juni 2022.

Hal itu diungkapkan Sekretaris IKALSPENLI 86 Kupang Irna Watu kepada Radar Malaka, Rabu (1/6/2022).

Wanita yang sehari-harinya berprofesi sebagai Bidan di Puskesmas Nakamese mengungkapkan, dengan semangat Pancasila yang kita maknai sebagai way of life bangsa Indonesia, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat saling tolong menolong antar anak bangsa. Pancasila telah merasuk dalam jiwa dan raga kita, inilah yang menginspirasi para alumni 1986 SMPN 5 Kupang untuk berbagi kasih.

Masyarakat NTT khususnya Ende dan Bajawa boleh berbangga karena bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, bisa bertemu dengan Presiden Jokowi. Jokowi hadir merayakan upacara hari lahirnya Pancasila bersama masyarakat NTT di Kota Pancasila (Ende).

Dengan menempuh 3 jam perjalanan dari Kupang, mini bus yang membawa bantuan tali kasih yang terdiri dari, beras, super mie, minyak goreng, gula pasir, sabun cuci, sabun mandi, pepsodent, pakaian, sepatu, sandal, tas, disambut ibu Pendeta Rode Taebenu.

Menurut Thomas Labuh, Ketua IKALSPENLI 86, pada konteks Pancasila, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengamalkan sila demi sila, salah satunya sila ke dua dari Pancasila.

“Salah satu cara berkunjung dan berbagi kasih dalam momentum Hari Kelahiran Pancasila, kami alumni SPENLI 86 Kupang memberikan bantuan sembako untuk membantu para penderita kusta dalam pengobatan, para janda dan anak yatim di Desa Nusa, Amanuban Barat,”jelasnya.

Selain sembako, kata dia, para alumni juga memberikan uang tunai untuk sumbangan pembangunan Rumah Pelayanan bagi penderita Kusta.

Semoga dengan sedikit partisipasi ini bisa membantu pengobatan bagi jamaat yang sedang dalam proses penyembuhan disini dan harapan kami anak-anak disini mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri,” pungkasnya.

Alumni SPENLI lainnya Nur Burhan mengaku bersyukur karena para alumni masih bisa berkumpul, alhamdulilah kami masih bisa berbagi kasih dengan sesama, walaupun tak seberapa nilainya tapi itulah cara kami memaknai Hari Lahirnya Pancasila.

“Syukur alhamdulilah kami Alumni SPENLI 1986 masih bisa diberikan kesempatan untuk berbagi kasih dengan jemaat Betani di Amanuban Barat “, tegas perempuan berjilbab yang juga sebagai Bendahara SPENLI 86.

Pada momen Hari Lahir Pancasila ini, kami menaruh harapan semoga kehidupan toleransi di negeri ini terus terawat dengan baik, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dan mencari nafkah dengan aman dan damai, buat para penderita kusta disini kita doakan semoga mereka cepat sembuh, semangat selalu,” timpal Rudi Ngaru Wakil Ketua IKALSPENLI 86. ( fw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *