Bagian ke 8 – SBS Itu  Memang  Pembuat Sejarah  di Kabupaten Malaka – Provinsi NTT  (Catatan  Boni Atolan – Wartawan  radarmalaka.com Dalam Perspektif Media)

Bupati Petahana , Stefanus Bria Seran yang akrab dipanggil SBS itu memang sangat layak disemat julukan sebagai  Pembuat Sejarah di Kabupaten terbungsu di Provinsi NTT ini.

Sejak SBS  dilantik menjadi Bupati Perdana Malaka oleh Gubernur NTT, Frans Leburaya tanggal 17 Februari 2016  silam, dirinya bersama  Wakil Bupati Malaka, Drs Daniel Asa (Almarhum) benar-benar membuat gebrakan didalam penerapan berbagai program Pembangunan  untuk menata daerah ini. Komitmen kerakyatan selalu menjadi rujukan dalam setiap kebijakan untuk menata daerah ini.

Dalam catatan saya,  dalam tahun pertama memerintah seorang SBS  mengeluarkan kebijakan Raskin dimana rakyat penerima beras dari  Dolog  dibayar pemerintah atau dikalangan rakyat awam disebut raskin gratis. Rakyat miskin tidak perlu mengeluarkan uang pribadinya untuk tebus raskin  tetapi semua biaya ditanggung pemerintah.

Saya masih ingat benar filosofi kerakyatan yang sangat terkenal  yang dinyatakan seorang SBS dalam setiap pertemuan dengan seluruh kepala perangkat daerah  ” Uang rakyat dikembalikan ke rakyat, Untuk rakyat tidak ada kata mahal dan untuk rakyat tidak boleh katakan tidak ada uang”

Sejak saat itu dalam setiap kebijakan, SBS selalu mempedomani filosofi yang sangat terkenal itu dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan urusan rakyat baik dalam aspek program atau urusan lainnya yang berkaitan dengan rakyat.

Program yang  bertautan dengan kebutuhan dasar rakyat yang  sangat terasa dirasakan dan dinikmati rakyat yakni ”  Pengobatan Gratis” dimana semua urusan yang berkaitan dengan pengobatan di Puskesmas, RSUPP Betun, RSUD Atambua dan RS Prof Johanes Kupang semua biaya pengobatan dan transpirtasi selama rujukan dibayar pemerintah daerah hanya dengan menunjukkan KTP Yang beralamatkan di Kabupaten Malaka.

Kebijakan Bupati SBS menggunakan KTP-e  saat berobat itu sangat populer dan terkenal di seantro Kabupaten/Kota di Provinsi NTT karena bisa membantu rakyat yang tidak diakomodir dalam Program BPJS Kesehatan termasuk mengurus pasien yang meninggal hingga ke rumah duka.

Dalam catatan saya, selama  kampanye Paslon SBS-WT mengelilingi Malaka, Warga sangat antusias agar program itu dilanjutkan dibawah kepemimpinan Bupati SBS agar semakin diperluas dan ditingkatkan sehingga  bisa dinikmati rakyat  banyak.

Dibidang Pertanian, SBS menggulirkan Program yang sangat terkenal dengan nama Program Revolusi Pertanian Rakyat (RPM)  dengan dasar pertimbangan bahwa capital yang dimiliki sebagian besar rakyat Malaka adalah tanah sehingga dengan program ini semua tanah rakyat oleh karena ketidak mampuan rakyat untuk mengolah maka pemerintah membantu mengolahnya dengan sarana traktor, rakyat yang tidak memiliki benih unggul maka pemerintah menyiapkan termasuk obat-obatan. Muara akhir dari program ini yakni rakyat berkelimpahan makanan dan tidak kekurangan pangan di tanah yang subur.

Dalam catatan saya, sejak program ini digulirkan tahun 2016 setiap tahunnya rakyat mengakses program itu  hingga tahun 2020 masih terus digalakkan. Program pacul tanah (gratis) yang biaya pengolahannya ditanggung pemerintah  sangat terkenal dan menjadi buah bibir rakyat di NTT . Para Bupati di NTT ada yang  mengakses program itu untuk diterapkan di daerahnya.

RPM itu sebuah upaya dan gebrakan yang dilakukan seorang SBS agar rakyatnya hidup memanfaatkan potensi dan capiital yang dimiliki yakni tanah. Tanah-tanah rakyat dipacul, ditanami dan semua hasil tananan dinikmati rakyat dan pemerintah tidak meminta sepeserpun  hasil itu dari rakyat.

Dalam catatan saya, sejak program pacul tanah itu dicanangkan SBS sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 Pemerintah melalui dinas Pertanian sudah pacul tanah seluas kurang lebih 10 ribu hektar belum termasuk tahun 2020 tahun ini.

Bagi saya hal menarik yang perlu dicatat dalam penerapan program ini yakni spirit pelaksanaan program supaya rakyat berkelimpahan makanan dengan mengoptimalkan pengolahan tanah rakyat.  Dari sini terlihat rakyat sangat terbantu, rakyat yang selama ini tidak memiliki kebun karena ketidak mampuan mengolah lahan sudah mulai berkebun. Ibu-ibu dan janda yang ditinggal karena suaminya bekerja diluar negeri atau meninggal dunia bisa memiliki kebun karena hanya tinggal tanam dan merawat tanaman.  Rakyat sangat senang dan enjoy menikmati program itu hingga saat ini.

Sebuah catatan menarik lainnya yakni terkait penanggulangan bencana terutama penanganan banjir bandang Benenai.  Dalam catatan saya. Sejak tahun 2016 -2020  SBS memimpin Malaka tidak ada luapan banjir bandag Benenai yang menggenangi pemukiman penduduk dan menghancurkan kekayaan rakyat.

Dalam catatan saya, SBS sangat cerdas dalam mengatasi persoalan banjir bandang Benenai yang setiap tahun  menjadi ancaman bagi warga Kecamatan  Malaka Barat dan Weliman dengan pola penanganan banjir yang sangat terkenal ala SBS yakni mengatasi penyebab banjir. Tebing kali Benenai yang rata dengan pemukiman penduduk ditinggikan dengan program penguatan tebing, alur kali yang dangkal dan berkelok-kelok diperdalam dan diluruskan. Alhasil, selama lima tahun terakhir banjir bandang Benenai tidak menjadi momok yang menakutkan bagi warga yang bermukim disepanjang DAS Benenai terutama di Malaka Barat dan Weliman.  Dalam konteks penanganan banjir bandang Benenai SBS sebagai pembuat sejarah  dan Bupati Malaka perdana yang mampu mengatasi banjir bandang Benenai.

Salah satu catatan menarik lainnya, selama masa kepemimpinan Bupati SBS berhasil menghentakkan seantro Provinsi NTT yakni anak-anak Malaka berhasil menjuarai ETMC 2019, supremasi tertinggi  sepak bola di  Provinsi NTT. Momentum itu mampu mensejajarkan Malaka dengan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi ini, termasuk menjadi penyelenggara ETMC terbaik dalam sejarah. (boni)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *