Bagian ke 6 – SBS Sangat Layak Pimpin Malaka Dua Periode (Catatan  Boni Atolan – Wartawan  radarmalaka.com Dalam Perspektif Media)

Malaka Barat Benar  jadi Labis Na’in,  Rasan Na’in , Uma Na’in bagi Paslon SBS-WT  bukan sekedar slogan. Rakyat Malaka Barat  benar-benar menyatu bersama figur seorang SBS dalam segala aspek kehidupan.

Dalam  tatanan kehidupan sosial dan adat istiadat setempat seorang Bria Seran bukan orang baru yang dikenal saat perhelatan politik pilkada seperti saat ini. Ternyata Bria Seran lahir dari rahim bumi Malaka Barat. Umahunnya seorang SBS  berada di Loomota Lalawar Desa Umatoos, tempat kelahiran ibu kandungnya SBS ada di Ikumuan – Desa Besikama dan nenek moyangnya seorang SBS itu juga dari orang Lasaen.

Dari aspek adat dan hubungan kekerabatan dan keluarga ternyata seorang SBS memiliki keluarga dimana-mana  . Dalam catatan kami, SBS  memiliki hubungan keluarga dimana-mana. Selain di Kecamatan Malaka Barat , Weliman, Wewiku dan juga di Malaka  Tengah belum termasuk hubungan kawin mawin menyebar diseluruh Malaka.

Dalam catatan kami, dalam kunjungan selama kampanye Pertemuan Terbatas di berbagai titik di Malaka, Calon Wakil Bupati Malaka, Wendelinus Taolin yang berpasangan dengan SBS dalam pilkada Malaka 9 Desember dengan tagline SBS – WT mengakui SBS memiliki keluarga besar yang menyebar dimana-mana selama kunjungan kampanye.

Cabup Wende dihadapan rakyat selama kampanye mengakui kekalahan kakak kandungnya Ludovikus Taolin ( Almarhum) dalam Pilkada Malaka tahun 2015  yang bertarung dengan SBS-DA  merupakan hal yang sangat wajar karena figur seorang SBS keluarganya  ada dimana-mana sehingga mudah mengalahkan Pah Bouk ( Almarhum) dalam pertarungan Pilkada lalu.

Kembali pada Pelaksanaan Pilkada 2020 Seorang SBS yang memiliki keluarga besar dimana-mana tentu keluarganya tidak mau kehilangan muka karena turunan mereka kalah dalam pilkada Malaka tahun ini.

Dalam kampanye terbatas Paslon SBS-WT di Dusun Besuri – Desa Lasaen ibu-ibu disana menangis dan meneteskan air mata lantaran seorang SBS bisa memperbaiki jalan raya disana akibat banjir bandang Benenai dan tidak pernah mendapatkan penanganan sejak masih bergabung dengan Belu.

Jalan lingkar Besikama yang selama ini rusak berat diterjang banjir bandang Benenai mulai dari Bekolo hingga Besuri
berubah menjadi aliran sungai baru saat musim penghujan setiap tahun kini sudah berubah menjadi jalan raya hotmix yang paling nyaman bagi warga.

Banjir Bandang Benenai yang selama ini memporak porandakan hampir seluruh desa di Malaka Barat setiap musim penghujan kini masyarakat merasa sangat nyaman karena sejak SBS memimpin Malaka tahun 2016 tanggul-tanggul diperbaiki sepanjang DAS Benenai termasuk penguatan tebing.

Desa Umatoos, Fafoe, Sikun dan Oan Mane termasuk Desa Rabasa Hain, Umalor , Motaulun; Naas , Maktihan dan Besikama yang sebelumnya setiap tahun diterjang Banjir Bandang Benenai sehingga berubah menjadi desa mati suri karena digenangi banjir dan air setiap tahun, kini berubah drastis karena sentuhan tangan dingin seorang SBS.

Dari hasil diskusi saya bersama beberapa tokoh masyarakat di Malaka Barat mengatakan figur seorang SBS hingga saat ini belum tergantikan dan rakyat Malaka Barat masih sangat membutuhkan seorang SBS untuk memantapkan lagi berbagai program pembangunan di Malaka Barat terutama penanganan bencana banjir dan berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat seperti dibidang kesehatan, Pertanian dan infrastruktur.

Prediksi saya, dalam Pilkada Malaka 9 Desember mendatang sebagian besar masyarakat Kecamatan Malaka Barat akan menjatuhkan pilihan bagi Paslon SBS-WT dengan berbagai pertimbangan diatas . (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *