Atasi Genangan Air Hujan di Pemukiman – Desa Diminta Buat Drainase dan Bersihkan Saluran Tersumbat

Desa yang berpotensi digenangi air hujan dan rentan banjir supaya mengalokasikan anggaran dari dana desa untuk membuat saluran/drainase guna melancarkan aliran air hujan dimusim penghujan.

Bagi desa yang sudah memiliki saluran drainase supaya dilakukan perawatan rutin dan sering bersihkan saluran agar tidak tersumbat guna melancarkan aliran air dimusim penghujan.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Rabu (27/5-2020).

Dikatakannya, sesuai laporan dari BPBD Kabupaten Malaka bahwa selama musim penghujan tahun ini banyak rumah warga yang digenangi air hujan karena didesa itu belum ada saluran drainase .

“Desa yang sudah ada saluran drainase juga menurut laporan itu masih juga terendam air karena salurannya tersumbat karena tidak dibersihkan”

” Kita minta supaya desa memperhatikan masalah itu. Bila didesa itu belum ada saluran drainase supaya alokasikan anggaran untuk kerjakan saluran drainase termasuk melakukan pembersihan rutin saluran didesa agar dapat berfungsi baik dimusim penghujan”

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan selama musim penghujan desa yang terdampak banjir akibat bocornya tanggul Kali Motadelek sebanyak 276 kk .

” Desa yang terdampak genangan air hujan sebanyak 7. 219 KK yang menyebar pada lima Kecamatan di Kabupaten Malaka yakni Kecamatan Wewiku, Malaka Barat, Weliman, Malaka Tengah dan Kobalima”

” Kita sudah laporkan hal ini ke Bupati dan arahan Bupati supaya
pemerintah desa mengidentifikasi di lapangan terkait penyebab genangan air di desa itu. Apakah sudah ada saluran drainase atau tidak. Atau penyebab lainnya saluran dranasenya tersumbat”

‘ Bila penyebab genangan air itu belum ada saluran drainase maka pemerintah desa bisa alokasikan anggaran untuk pengerjaan saluran drainase di desa melalui Dana Desa”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *