Aspum : Kabupaten Malaka Selalu Jaga Nilai Kerukunan Antar Umat Beragama

Malaka – Asisten Pemerintahan Umum Setda Malaka, Zakarias Nahak mengatakan masyarakat Kabupaten Malaka menerima perbedaan baik suku dan budaya yang tertanam sejak lahir pada manusia.

Dalam hal perbedaan keagamaan, kabupaten Malaka pun selalu menjaga nilai-nilai kerukunan umat beragam dimana masyarakat Malaka selalu hidup rukun berdampingan dan saling menghargai satu sama lainnya.

Hal itu disampaikan Aspum Setda Malaka saat membuka Kegiatan Workshop internalisasi kurikulum bina damai bagi Lembaga pendidikan formal dan non formal di Betun,. Selasa (19/6-2016).

“Kita mengucapkan trimakasih kepada
Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di wilayah perbatasan untuk menanamkan nilai kebaikan dan kedamaian bagi masyarakat.

Penanggung jawab workshop internalisasi kurikulum bina damai, Sukandar mengatakan diskusi-diskusi yang dilakukan lebih fokus pada mencegah konflik.

“Mencegah konflik lebih baik dari pada mengobati konflik. Mengobati konflik bisa timbulkan dendam dan hukum”.

“Kalau konflik dicegah maka forum perdamain bisa dibuat menjadi lembaga di Malaka sebagai daerah perbatasan”.

” Jika dulunya sebagai daerah terbelakang kalo bisa di halaman terdepan. Jika ada orang luar masuk ke Indonesia, salah satu pintu gerbangnya adalah Kabupaten Malaka sehingga dicetak agenda disana penuh senyum dan penuh perdamaian, inilah Yang akan menjadi lounching dari kegiatan Ini”.

‘Kegiatan Ini bentuknya soft program yaitu festival budaya, peningkatan ekonomi bersama, menanam padi dan menanam potensi lokal bersama”.

“Di Malaka perlu dibangun pemahaman dan musuh bersama yang perlu dilawan
yaitu musuh kemiskinan, ketertinggalan dan kebodohan”.

” Harapan saya agar acara ini bisa di sosialisasikan sampai ke tingkat kecamatan dan desa agar jika terjadi konflik dan perbedaan tidak menjadi masalah besar lagi nantinya”.

Dijelaskannya, dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Malaka yang damai, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malaka mengadakan Kegiatan workshop internalisasi kurikulum bina damai bagi lembaga pendidikan formal dan non formal untuk mewujudkan dan menanamkan nilai-nilai serta sensitivitas damai bagi setiap individu masyarakat dan aparatur pemerintah sebagai kompetensi dasar penunjang pelaksanaan kerja dan pemberian pelayanan serta perumusan kebijakan-kebijakan pembangunan pada masa yang akan datang. (ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *