Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Antrean Panjang BBM Solar di Tanjungpinang, Riany: Penyebarannya Kurang Tepat Sasaran

62
×

Antrean Panjang BBM Solar di Tanjungpinang, Riany: Penyebarannya Kurang Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Belakangan ini, beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tanjungpinang mengalami antrean panjang untuk BBM jenis solar, bahkan hingga menyebar ke bahu jalan. Antrean ini didominasi oleh kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, telah mengkonfirmasi bahwa pengaturan pendistribusian BBM masih kurang tepat sasaran sehingga menyebabkan antrean panjang.

Menurut Riany, jatah solar untuk angkutan pada awalnya hanya 60 liter sekali, tetapi sekarang bisa berulang-ulang, yang seharusnya tidak boleh terjadi. Ketersediaan BBM solar dilakukan secara terbatas sebanyak 60 liter per hari.

Riany menjelaskan bahwa penggunaan kartu bahan bakar fuel card solar pun masih dapat digunakan oleh orang lain. Artinya, satu kendaraan dapat menggunakan dua Fuel Card.

Namun, kini kondisinya sudah berubah dan satu kartu hanya dapat digunakan di satu kendaraan saja. Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah ditandatangani sejak 1,5 bulan yang lalu dan progres pendaftaran mencapai 1.000 kendaraan.

Menurut Riany, pihaknya kerjasama dengan SPBU untuk memeriksa fuel card pada saat penggunaannya mengingat bahwa pengguna fuel card tersebut berasal dari SPBU.

“Kita akan memberikan sanksi yang tegas pada orang yang menyalahgunakan penggunaan kartu tersebut, dan satu kartu hanya dapat digunakan di satu kendaraan,” kata Riany.

Kendaraan yang berhak menggunakan Fuel Card adalah kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan. Rincian kouta bahan bakar yang diperbolehkan adalah 30 liter/hari untuk kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan beroda empat maupun enam, 60 liter/hari untuk kendaraan angkutan beroda delapan dan enam, kemudian 20 liter/hari untuk kendaraan pribadi.

Riany mencanangkan target pendaftaran mencapai lebih dari 2 ribu kendaraan untuk angkutan, tidak termasuk kendaraan pribadi. Syarat yang diperlukan pada saat pendaftaran yakni Fuel Card, STNK asli atau bukti lunas, serta KTP.

Riany menambahkan bahwa pendaftaran Fuel Card dapat dilakukan di samping Pasar Puan Ramah Km 6 sekaligus dilakukan uji KIR (proses pemeriksaan berkala yang dilakukan pada kendaraan bermotor, khususnya kendaraan niaga seperti truk dan bus).

“Jam pelayanan dari pukul 08:00 WIB hingga 15:00 WIB,” tutup Riany.

Editor: Budi Adriansyah