Anda Suka Beternak Sapi Tetapi Tidak Ada Modal? Ini Solusinya…. Baca Disini!!!!!

Malaka (Advertorial) – Bagi masyarakat Kabupaten Malaka yang ingin beternak sapi tetapi tidak ada modal untuk beternak sapi saat ini sudah ada jalan untuk bisa beternak sapi sebagai sumber penghidupan keluarga.

Salah satu persyaratan yang harus dimiliki calon peternak yakni ada kemauan berusaha dibidang peternakan sapi, memiliki tanah untuk menanam Hijauan Makan Ternak (HMT) dan mengikuti nasehat tim adhock untuk tanam HMT Yang sangat dibutuhkan untuk tanam pakan ternak sesuai arahan tim adhock yakni tanam lamtoro terambah dan rumput raja mini yang benihnya disiapkan tim adhock.

Bila anda memiliki niat berusaha dan memenuhi persyaratan yang diminta maka setiap orang dalam kelompok akan diintervensi Rp 25 Juta/orang. Uang itu akan anda manfaatkan untuk beli sapi dan uang itu akan dikembalikan setelah panen sapinya dengan bunga pinjaman 4 persen per tahun . Jadi setiap panen sapi dalam satu tahun anda membayar Rp 1 Juta untuk pinjaman Rp 25 juta dan dibayarkan saat anda melakukan panen sapi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, drh Rofinus Seran di Betun, Sabtu (14/12-2019).

Dijelaskannya, Program yang dikucurkan ini merupakan program kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang berniat untuk beternak sapi namun tidak memiliki modal usaha tetapi memiliki kemauan usaha dibidang peternakan dan memiliki lahan untuk menanam Pakan ternak.

Dikatakannya, belum lama ini ada
sosialisasi pengembangan peternakan sapi di NTT khususnya khususnya di Kabupaten Malaka. Penginisiasi program itu dari Panitia Adhock, tim yang dibentuk di Propinsi yang bertugas menjadi fasilitator dan pendamping teknis untuk menyiapkan masyarakat dan memberikan dana. Dana bukan dari pemerintah dan bukan juga dari dana desa tetapi dari BI dalam wujud kredit.

“Kredit itu bisa diturunkan jika syarat yang ditentukan panitia adhock sudah dipenuhi yakni kelompok tani sudah harus siapkan lahan untuk pakan ternak dengan total pakan ternak yang disiapkan seluas 40 ha dengan jumlah orang per kelompok minimal 50 orang per kelompok dan bisa lebih”.

“Satu orang akan diintervensi dengan dana sebesar Rp 25 Juta. Jadi kalau 100 orang di desa itu berarti Rp 2,5 Miliyard yang masuk di desa. Cara pengembalian uang itu setelah panen sapinya dengan bunga 4 persen per tahun . Jadi setiap panen sapi dalam satu tahun petani harus bayar uang sebesar Rp 1 Juta untuk pinjaman Rp 25 juta/tahun saat panen sapi baru bayar”.

” Dalam merealisasikan program itu lokasinya tidak harus satu hamparan tetapi bisa menyebar di wilayah desa itu. Masing-masing anggota bisa tanam di lahannya masing-masing”.

” Jenis makan ternak yang direkomendasikan tim kepada peternak berupa rumput raja mini dan lamtoro teramba yang disiapkan tim adhock dan masyarakat siapkan tanah dan tenaga. Kalau dikelola baik akan berkembang karena satu desa bisa diintervensi Rp 2,5.Miliyard per desa untuk urus ternak. Pengalaman yang dibuat tim adhock di Kupang sudah ada dan berhasil. Mereka pernah kelola 80 ekor dan dalam waktu 2 tahun mereka bisa panen 300 ekor”.

“Himbauan kepada rakyat, Ini kesempatan yang baik bagi warga untuk beternak sapi. Ikuti petunjuk yang baik dari tim adhock dan juga dari peternakan. Yang penting peternak siapkan segala sesuatunya sehingga saat bantuan itu diterima jangan menjadi beban dan racun bagi peternak.
Beban karena bila sudah terima makanan ternak tidak ada, ternak tidak dipanen maka akan menjadi hutang yang harus dibayar”.

“Untuk itu siapkan dulu makanan ternaknya baru datangkan ternaknya itu pasti berhasil. Jadi apa yang dilakukan tim adhock ini sudah benar dan patut diikuti kalau mau berhasil”. (adv/boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *