Alihkan Fungsi Lahan Untuk Tanam Jagung MT3 – Warga Tiga Desa Hilir Daerah Irigasi Malaka Sepakat Tutup Sementara Pintu Air DI Malaka Titik Lakulo

Warga tiga desa di hilir Daerah Irigasi (DI) Malaka sayap kanan masing-masing Desa Rabasa, Rabasa Haerain dan desa Loofoun di Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka sepakat untuk dilakukan penutupan dua buah pintu air di titik Lakulo Kakeuktuik dan Haslaran di Desa Lakulo – Kecamatan Weliman guna penanaman jagung dan Palawija selama MT 3 Juli – September tahun ini.

Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir warga tiga desa diatas tidak bisa menanam padi pada MT2 dan MT3 lantaran kurangnya pasokan air irigasi dari DI Malaka.

Penutupan dua titik pintu air itu agar memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menanam jagung MT3 (Ahuklean) dan palawija.

Demikian hasil konfirmasi media ini dengan warga tiga desa di Hilir DAS Benenai, Senin (29/6-2020).

Ketua BPD Desa Rabasa – Kecamatan Malaka Barat, Marius Tahu kepada wartawan di Rabasa mengatakan sangat senang bila ada penutupan sementara pintu air di titik Lakulo Kakeuktuik yang selama ini memasok air irigasi ke desa Rabasa.

” Kita minta supaya pintu air ditutup sementara agar warga desa Rabasa bisa tanam jagung dan palawija pada MT3 Tahun ini. Kalau tetap dibuka kita tidak bisa olah tanah karena lembab. Sementara untuk tanam padi airnya tidak cukup dan rakyat disini setiap tahunnya gagal tanam karena kekurangan air pasokan dari DI Malaka sayap kanan”

” Rakyat di desa Rabasa sejak tahun 2015 tidak bisa tanam padi walau tanahnya sudah diolah untuk tanam padi . Lahan sawah seluas 40 ha hanya dibiarkan saja tanpa ditanami apa-apa karena kekurangan pasokan air irigasi dari DI Malaka”

” Kalau dipaksakan untuk buat sawah juga tidak bisa karena debit air DI Malaka sangat menurun sehingga tidak bisa melayani petani hingga hilir”

” Kami harapkan mulai tanggal 1 Juli ini pintu air titik Lakulo Kakeuktuik bisa ditutup sehingga bisa mempercepat pengeringan lahan warga selanjutnya diolah untuk penanaman jagung MT3 dalam bulan Juli ini”

Kasi Kesejahteraan Desa Rabasa Haerain, Frans Hamagun kepada wartawan menyambut baik rencana itu.

” Kami di desa Haerain hanya bisa tanam padi pada MT 1 memanfaatkan curah hujan dan buangan air dari petani di hulu DI Malaka yang sudah panen MT 1″

” Kalau pada MT3 ini pintu airnya ditutup tentu petani disini sangat senang karena bisa tanam jagung dan palawija . Kita harus optimalkan pemanfaatan lahan untuk tanam jagung, palawija dan aneka sayuran karena tidak membutuhkan banyak air”

” Lahan seluas 30-40 ha di desa Haerain bisa ditanami jagung ahuklean pada musim ketiga ini dan rakyat akan mendapatkan hasil panenan jagung. Selama ini MT3 petani tidak tanam padi karena keterbatasan air irigasi dan lahan pertanian masyarakat tidak ditanami hasil”

Kades Loofoun, Kornelis Seran kepada wartawan mengatakan hal senada.

Dikatakannya, dalam beberapa tahun terakhir pasokan air irigasi dari DI Malaka sayap kanan ke desa Loofoun di Malaka Barat mengalami hambatan lantaran menurunnya debit air di Kali Benenai sehingga rakyat tidak bisa menanam padi pada MT3.

” Jadi untuk MT3 kita arahkan rakyat supaya tanam jagung dan Palawija di lahan persawahan seluas 40 ha dengan catatan pintu air di titik Haslaran di desa Lakulo – Kecamatan Weliman ditutup supaya air tidak merendam tanaman jagung atau hortikultura milik masyarakat”

” Penutupan pintu air di Haslaran itu baru solusi untuk rakyat tanam MT3 pada lahan persawahan yang ada”

” Pada Mt1 dari Desember- Maret sebagian besar rakyat di desa Loofoun tidak tanam padi karena tidak kebagian pasokan air irigasi dari hulu karena airnya dimanfaatkan petani di Laleten dan Lakulo”

” MT2 Maret -Juni sebagian besar rakyat juga ragu menanam karena walau ada pasokan air lantaran petani di hulu sudah panen tetapi dikawatirkan mereka yang dihulu menutup lagi untuk tanam MT2 sehingga dikawatirkan rakyat di hilir paceklik air”

” Harapan kami satu-satunya yakni pada MT3 ( Juli – September) ini dengan tanaman jagung dan Palawija memanfaatkan lahan persawahan yang ada”

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak, ST.MT kepada wartawan dari Kupang, Senin (29/6-2020) mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BWS NT2 terkait rencana diatas.

” Minggu depan kita bersama staf teknis dari Kupang ke Malaka untuk merealisasikan harapan masyarakat”

” Intinya, ini sifatnya hanya penutupan sementara agar warga bisa menanam palawija pada MT3 tahun ini supaya air tidak merendam tanaman masyarakat”

” Kita harapkan tiga desa yang meminta supaya ada penutupan sementara itu hadir supaya bisa berkoordinasi dengan petugas teknis kita di lapangan terkait rencana diatas” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *