7 Dusun di Desa Kereana -Malaka Minta Pembangunan Jalan Raya  Menuju Pusat Kecamatan Botin Leobele dan Pemasangan Jaringan Listrik

Sebanyak 7 dusun di  Desa Kereana –  Kecamatan Botin Leobele masing-masing dusun Maktaen,  Benai , Renrene, Kakaeknuan, Tualaran A, Tualaran B dan dusun  Naibe meminta agar infrastruktur jalan  sepanjang 5 km dari Cabang Anametan menuju pusat kecamatan Botin Leobele.

Selain jalan, warga juga meminta pemerintah untuk  memfasilitasi  pemasangan jaringan listrik dari PLN yang melewati  tujuh wilayah dusun tersebut.

Masyarakat dusun Renrene, Markus Milas mengatakan hal itu kepada wartawan di Desa Kereana – Kecamatan Botin Leobele, Jumat (2/10-2020)

Markus mengatakan  dua kebutuhan rakyat di tujuh dusun ini yakni pembangunan infrastruktur jalan dari Cabang Dusun Anametan menuju Pusat Kecamatan Botin Leobele di Desa Takarai sepanjang 5 km.

” Rakyat 7 dusun disini juga sangat berharap pemerintah bisa memfasilitasi supaya PLN segera memasang jaringan listrik sepanjang 7 dusun”

” Jaringan listrik belum ada  dan penerangan juga belum ada sehingga kami minta pemerintah memberikan perhatian”

Warga dusun Benai, Manuel Fatin dalam kesempatan yang sama membenarkan ada dua kebutuhan yang dibutuhkan rakyat disini yakni jalan dan listrik.

” Kalau jalan kami disini dibangun bisa melancarkan akses rakyat ke pusat pelayanan publik di Takarai – Kecamatan Botin Leobele untuk urusan di Kecamatan dan Puskesmas”

” Jaringan listrik juga kami butuh untuk melancarkan usaha rakyat termasuk membantu anak-anak mendapatkan penerangan yang memadai saat belajar malam”

Andreas Asa, warga dusun Maktaen  A  menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dibawah pemerintahan Bupati SBS yang sudah membantu rakyat untuk pengadaan air bersih dengan mobil tangki air yang disiapkan pemerintah.

” Selama ini warga sangat dibantu dengan program pipanisasi dari sumber mata air Lakekun yang menjadi nadi kehidupan  melayani 4 dusun yakni Maktaen , Renrene dan Kakaeknuan”

” Dimusim penghujan air lancar  tetapi di musim panas bulan 10 keatas biasanya warga ambil air di Kali Motabaen”

” Dimusim kemarau kami mendapatkan pelayanan air bersih dengan mobil tangki air dari Kecamatan tetapi kesulitan rakyat disini yakni tempat penampungan air (fiber) masih kurang sehingga tetap mengalami kekurangan air bersih ” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *