55 Kebun  Warga Desa Sikun Terdampak  Banjir – Berpotensi Gagal Panen

Sebanyak kurang lebih 55  kebun/  lahan pertanian warga desa Sikun terdampak banjir bandang Benenai  akibat luapan banjir yang menggenangi kebun masyarakat.

Kebun-kebun masyarakat yang terdampak itu semuanya berada didalam tanggul DAS Benenai di lokasi Motalaran.

Akibat genangan air itu tanaman jagung, ubi kayu milik masyarakat terancam gagal panen dalam MT 1 tahun ini.

Pemerintah desa Sikun sesuai kewenangannya masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang terjadi untuk dilaporkan kepada pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sikun, Yeremias Nahak kepada wartawan di Sikun – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Kamis (4/3-2021).

Dikatakannya, hingga saat ini Kepala Desa bersama aparat desa masih melakukan pendataan secara detail terkait kepemilikan lahan dan tanaman yang terendam banjir untuk dilaporkan  ke  pemerintah atasan.

” Banjir bandang yang menggenangi kebun dan  hasil pertanian masyarakat terakhir terjadi tahun 2017 saat debit air di sungai Benenai  meningkat. Setelah itu tahun 2021 ini baru terjadi lagi genangan yang sama”

” Dari pengalaman tahun 2017 hasil pertanian yang digenangi sungai Benenai seperti jagung dan ubi kayu biasanya mati dan membusuk. Sementara itu tanaman pisang  kita pastikan tidak mati”

” Kami dari pihak desa berkoordinasi dengan pemilik kebun dan tanaman untuk tetap memperhatikan lahan yang terdampak banjir agar dibersihkan terutama pada tanaman yang mati sekaligus  persiapan lahan untuk penanaman MT 2 dan MT3″

” Sementara ini warga desa Sikun masih senang karena lahan pertanian diluar tanggul sebanyak 25  kebun  lebih selamat dari banjir dan dipastikan bisa panen.  Dan juga pemukiman penduduk aman dari banjir  karena dilindungi tanggul sehingga masyarat bisa hidup lebih nyaman”

Terkait hasil pertanian masyarakat yang rusak diterjang banjir bandang Benenai Kades Yerem berharap pemerintah bisa menyiapkan bibit untuk penanaman jagung MT2.

Kasi Pelayanan Desa Sikun, Agustinus Nahak kepada wartawan mengatakan pihaknya sementara melakukan pendataan di lapangan terkait lahan dan tanaman yang terendam banjir

” Kita masih melakukan pendataan dan membuat dokumen pendukung  terkait luasan dan  tanaman yang rusak akibat  banjir ” ( boni)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *