2 Putri Smansa Atambua bergabung Dengan Trans7

Dalam acara televisi Trans7 khususnya program Ragam Indonesia, 2 siswi cantik Sekolah Menengah Atas Negeri I Atambua, Gracia Zefanya Rusanto dan Maisie Arbelitha Getrhy Maak   bergabung dalam liputan tentang cara membuat tihar (likurai), di Desa Lokomea, Paroki Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara, (Selasa, 12/11/2019).

Pengalaman pertama yang sangat mendebarkan. Gracia bertutur jika awal tampil di depan kamera bisa membuatnya gugup. Sedikit kaku karena kurang percaya ciri.

“Awalnya sedikit gugup di depan kamera. Namanya kan pengalaman perdana. Tapi dalam proses peliputan akhirnya jadi biasa,” kata Rusanto polos.

Program Ragam Indonesia baginya sangat menarik. Selain dengan pengambilan kearifan lokal budaya setempat tapi lebih utama memperkenalkan budaya kita lebih meluas lewat media.

“Kehadiran media televisi Trans7 mempunyai pengaruh yang besar. Kita harus mendukung terlebih kaum muda. Jangan kita lupakan budaya sendiri tapi mari kita kembangkan budaya lokal agar semakin dikenal lebih luas. Salah satunya likurai. Mari kita tetap lestarikan,” ucapnya.

Kehadiran Trans7 di Paroki Lurasik, khususnya di Lokomea, Suku Manehat Motaulun menjadi sangat penting karena budaya lokal khususnya makanan tradisional kembali dipromosikan agar dikenal publik.*(Romo Ino/Komsos Atambua).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *